MerahPutih.com - Presiden Prabowo Subianto menyebut akan segera meresmikan Museum Marsinah di Desa Nglundo, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur.
Pengumuman tersebut disampaikan dalam peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) di kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta, Jumat (1/5).
"Kita telah mengangkat Ibu Marsinah sebagai pahlawan nasional, dan bulan ini juga saya akan berangkat ke Desa Nglundo, Nganjuk, Jawa Timur, untuk meresmikan perjuangan buruh yang diberi nama Museum Marsinah," kata Prabowo dalam sambutannya.
Baca juga:
Prabowo Joget Bareng Buruh di Monas, Lagu Tipe-X Iringi Suasana May Day 2026
Prabowo Janjikan Daycare untuk Anak Buruh dan Rumah Cicilan hingga 40 Tahun
Prabowo juga menyampaikan bahwa selama satu tahun terakhir, pemerintah telah mengeluarkan sejumlah kebijakan yang dinilai berpihak kepada rakyat, khususnya kaum buruh.
"Saya kira dalam satu tahun ini saudara saudara bisa menilai kebijakan kebijakan yang diambil pemerintah yang saya pimpin adalah kebijakan-kebijakan yang membela seluruh rakyat Indonesia, terutama kaum buruh," ucapnya.
Ia pun menyampaikan rasa terima kasih atas undangan menghadiri peringatan May Day dan mengaku terhormat dapat berada di tengah-tengah para buruh.
"Saudara-saudara, hari ini adalah hari perjuangan kaum buruh. Saudara-saudara, saya ucapan terima kasih atas undangan kepada saya untuk hadir hari ini bersama saudara-saudara sekalian, ini kehormatan bagi saya," imbuhnya.
Baca juga:
Marsinah Dijadikan Pahlawan Nasional, Bukti Negara Mulai Menghargai Kelompok Buruh
Marsinah, Simbol Perjuangan Buruh
Marsinah lahir pada 10 April 1969 di Nglundo, Nganjuk, Jawa Timur. Ia dikenal sebagai aktivis buruh yang vokal dalam memperjuangkan hak-hak pekerja di Indonesia.
Marsinah bekerja di PT Catur Putra Surya (CPS). Ia kemudian diculik dan dibunuh pada 8 Mei 1993, sebuah peristiwa yang menjadikannya simbol perlawanan terhadap ketidakadilan pada era Orde Baru.
Keberanian Marsinah dalam menyuarakan hak buruh membuatnya dikenang sebagai sosok penting dalam sejarah gerakan pekerja di Indonesia. Kematiannya menjadi salah satu titik krusial dalam perjuangan hak-hak buruh.
Marsinah menerima Penghargaan Yap Thiam Hien pada 1993 atas dedikasinya dalam memperjuangkan keadilan.
Pada 10 November 2025, Marsinah dianugerahi gelar Pahlawan Nasional oleh Presiden Prabowo Subianto. Ia menjadi salah satu pahlawan nasional yang lahir setelah masa kemerdekaan Indonesia. (Knu)