Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Indonesia

Potensi Fraud Indofarma, Bukannya Menyehatkan Malah Bikin Negara Sakit

Dwi Astarini - Rabu, 26 Juni 2024

MERAHPUTIH.COM - ANGGOTA Komisi IX DPR RI Netty Prasetiyani Aher geram dengan terjadinya penyalahgunaan wewenang keuangan di PT Indofarma (Persero) Tbk yang membuat negara rugi Rp 436,87 miliar.

Netty mengatakan perusahaan pelat merah itu dibentuk untuk menyukseskan dan meningkatkan pelayanan kesehatan di Indonesia. "Dengan adanya kasus ini, Indofarma bukannya membantu menyehatkan negara, justru malah membuatnya tambah sakit akibat tata kelola perusahaan yang buruk," kata Netty dalam keterangannya, Rabu (26/6).

Ia mempertanyakan kinerja komisaris di perusahaan BUMN itu yang semestinya bertugas mengawasi dan melaporkan persoalan internal sejak awal.

"Kita serius enggak sih menangani kesehatan di Indonesia? Kenapa Indofarma bisa salah kelola? Bukankah negara punya komisaris di sana yang tugasnya mengawasi dan melaporkan? Kenapa salah kelola ini tidak terdereksi sejak dini?" tanya Netty.

Apalagi, kata politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini, perusahaan Indofarma merugi sejak 2021.

Baca juga:

Selain Terjerat Pinjol Rp 1,29 miliar, Anak Usaha Indofarma Berindikasi Fraud Ratusan Miliar

"Sulit dibayangkan perusahaan farmasi milik negara yang memiliki jaringan, lab, apotek, dan lain-lain bisa rugi dan kalah saing. Apalagi pada 2021 itu tahun yang masih lekat dengan COVID-19. Saat itu, kebutuhan akan produk kesehatan meningkat drastis," ujarnya.

Oleh karena itu, Netty mendorong kepolisian dan kejaksaan untuk membongkar oknum yang bermain di Indofarma. "Kalau perlu libatkan KPK. BUMN itu dibiayai APBN, jangan biarkan uang keringat rakyat hanya dijadikan sarana memperkaya oknum tak bertanggung jawab," pungkasnya.(Pon)

Baca juga:

PKS Ingatkan Pemenang Pilpres Jangan Sembrono Bagi-Bagi Kursi Komisaris BUMN

Baca Artikel Asli