MerahPutih.com - Mabes Polri menduga kerusuhan Wamena Jayawijaya Papua yang menewaskan 23 orang kemarin merupakan desain Komite Nasional Papua Barat (KNPB) untuk menarik perhatian Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
"Untuk kejadian Papua, kita harus melihatnya secara luas. Bahwa sedang ada Sidang Umum PBB di New York tanggal 23 sampai 27 September ini," kata Karopenmas Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo kepada wartawan, Selasa (24/9).
Baca Juga
Dedi mengklaim dari 23 korban tewas dari sipil itu 20 warga biasa dan 3 lainnya perusuh yang menyerang warga. Adapun perusuh yang dituding Juru Bicara Polri itu merupakan bagian dari kelompok KNPB.
"Dua puluh orang itu warga yang diserang perusuh yang kami duga kuat mereka adalah KNPB, sementara 3 orang itu penyerang warga," tutur jenderal polisi bintang satu itu.
Lebih jauh, Dedi juga mengungkapkan ada keterkaitan antara kerusuhan yang terjadi di Wamena dan Jayapura dengan Sidang Umum PBB ke-74. Diyakini, isu tersebut akan 'dijual' oleh kelompok tidak bertanggung jawab ke dalam sidang.
Hal itu berdasarkan hasil investigasi yang menunjukkan bahwa United Liberation Movement for West Papua (ULMWP) dan Komite Nasional Papua Barat (KNPB), diduga mendalangi kerusuhan di Wamena dan Jayapura, Papua. "Insiden tersebut sengaja dibuat bertepatan dengan diselenggarakannya sidang umum PBB," tegas dia.
Baca Juga
Rusuh di Expo Wamena Papua, Ratusan Mahasiswa Diamankan ke Mako Brimob
Untuk di Wamena, lanjut Dedi, KNPB menyusup menggunakan seragam SMA dan ikut andil dalam kerusuhan. Hoaks rasisme pun digunakan untuk memprovokasi pelajar sekolah SMA PGRI dan masyarakat untuk menggeruduk sekolah Yayasan Yapis.
Menurut Dedi, kondisi ini digunakan untuk menjual isu kemerdekaan Papua dan mengundang perhatian peserta Sidang Umum PBB ke-74."Diduga kelompok-kelompok yang mendalangi kerusuhan di Papua memanfaatkan momen untuk mencari perhatian karena sedang ada Sidang Umum PBB," tutup petinggi Humas Polri itu. (Knu)
Baca Juga:
Rusuh Demo Wamena Papua, Kantor Bupati Dibakar dan Bandara Ditutup