Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Dunia

PM Israel Benyamin Netanyahu Ancam Tutup Al Jazeera Jerusalem

Eddy Flo - Kamis, 27 Juli 2017

MerahPutih.Com - Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu pada Rabu mengatakan akan berupaya menutup kantor Al Jazeera, media Qatar, di Jerusalem dan menuduh televisi berita itu menghasut kekerasan baru-baru ini di kota tersebut.

Jerusalem mengalami salah satu periode yang paling menegangkan dalam beberapa tahun terakhir. Warga Palestina memprotes tindakan pengamanan Israel di dekat kawasan al-Haram asy-Syarif dan oleh kaum Yahudi sebagai Bukit Rumah Suci. Daerah itu termasuk salah satu situs tersuci di kota ini, dan kejadian tersebut telah dilaporkan secara luas, termasuk Al Jazeera.

"Jaringan Al Jazeera terus memicu kekerasan di sekitar Bukit Rumah Suci," Netanyahu menulis di halaman Facebook-nya dalam bahasa Ibrani.

Jaringan media yang berbasis di Qatar itu tidak segera tersedia untuk dimintai komentar.

Lonjakan ketegangan dan kematian tiga orang Israel dan empat orang Palestina dalam kekerasan pada Jumat dan Sabtu menimbulkan kekhawatiran internasional.

"Saya telah beberapa kali berbicara dengan aparat penegak hukum yang menuntut untuk menutup kantor al-Jazeera di Jerusalem. Jika ini tidak terjadi karena penafsiran hukum, saya akan memberlakukan undang-undang yang diperlukan untuk mengusir Al Jazeera dari Israel," kata pemimpin Israel itu dalam pernyataannya.

Al Jazeera juga menghadapi kecaman pemerintah di negara tetangganya Mesir pada tahun 2014, negara Arab itu memenjarakan tiga staf Al Jazeera selama tujuh tahun dan menutup kantor-kantor jaringan. Dua staf telah dibebaskan namun yang ketiga tetap dipenjara.

Sebelumnya Liga Arab memperingatkan Israel "bermain dengan api" atas "garis merah" Jerusalem.

Israel mengirim pasukan tambahan ke Tepi Barat yang diduduki pada pekan lalu setelah kekerasan meletus atas pemasangan pemindai logam Israel pada titik masuk ke kawasan yang dikenal umat Muslim sebagai al-Haram asy-Syarif dan oleh kaum Yahudi sebagai Bukit Rumah Suci.

Ketegangan seringkali meningkat di sekitar kawasan tersebut, yang di dalamnya berdiri Masjid al Aqsa dan Kubah Batu Emas. Gesekan terjadi sejak Israel merebut dan mencaplok Kota Tua, termasuk kawasan suci itu, dalam perang Timur Tengah 1967.

Gelombang serangan jalanan oleh warga Palestina yang dimulai pada 2015 telah berkurang, Namun belum berhenti. Sedikitnya 255 warga Palestina dan satu warga Jordania tewas sejak kekerasan dimulai.

Israel mengatakan bahwa setidaknya 173 dari mereka yang tewas, merupakan pelaku tindakan penyerangan, sementara lainnya tewas dalam bentrokan dan unjuk rasa Israel merebut wilayah Jerusalem Timur.(*)

Sumber: ANTARA

Baca Artikel Asli