MerahPutih.com - Pasangan bakal cawali dan cawawali independen, Bagyo Wahyono-FX Suparjo (Bajo) dengan mudah mengumpulkan 38.831 syarat dukungan mememuhi syarat (MS) dan lolos verifikasi faktual (verfak) KPU di Pilwakot Solo 2020.
Jumlah tersebut sudah memenuhi syarat karena ketentuan minimalnya 35.870 dukungan untuk bisa lolos dan berhak mendaftar di sebagai cawali dan cawawali di KPU pada tanggal 4-6 September.
Baca Juga
Berkaca dari Pertarungan Ahok-Anies, Anak Jokowi Bisa Terjungkal Jika Terlalu Percaya Diri
Bajo menjadi penantang utama pasangan Gibran Rakabuming Raka dan Teguh Prakosa yang diusung PDIP serta didukung Gerindra, PAN, Golkar, dan PSI.
Wakil Ketua Bidang Pemenangan Pemilu (Bappilu) PKS Solo, Sugeng Riyanto angkat bicara lolosnya Bajo dengan mudah mengumpulkan ribuan KTP sebagai sayarat dukungan memunculkan kecurigaan ada pihak yang membantunya.
"Saya mendapat laporkan dari warga jika ada pihak-pihak yang membantu meloloskan pasangan Bajo lewat jalur independen," ujar Sugeng, Rabu (26/8).
Sugeng juga mempertanyakan asal pendukung pasangan independen tersebut mengingat pasangan Bajo tidak ada rekam jejak politik dan profilnya tidak banyak diketahui masyarakat.
"Supporting system-nya dari mana (Bajo). Rekam jejak politik dan profilnya tidak banyak diketahui masyarakat. Pasti curiga dengan ini semua," kata dia.
Ia pun menyerahkan sepenuhnya kecurigaan tersebut pada masyarakat untuk memberikan penilaian. Sugeng mengaku kecurigaannya muncul lantaran pasangan penantang Gibran tersebut sangat minim rekam jejak di kegiatan sosial maupun politik di Solo.
"Saya membandingkan sosok Bajo dengan pasangan lain yang maju lewat jalur independen seperti Muhammad Ali alias Abah Ali-Achmad Abu Jazid alias Gus Amak. Namun akhirnya tidak lolos," katanya.
Baca Juga
Anak Jokowi dan 128 Cakada PDIP Lulus Sekolah Partai Gelombang I
Ia menambahkan sosok Abah Ali dan Gus Amak dinilai memiliki peluang lebih besar lantaran keduanya punya basis massa yang cukup kuat. Dimana, Abah Ali merupakan pengasuh di Pondok Pesantren Ta'mirul Islam memiliki kelompok pengajian yang diikuti ribuan orang. Sedangkan Gus Amak adalah seorang politisi senior dari PBB.
"Kalau Bajo siap dia? tidak tahu background-nya kok bisa lolos dengan mudah?. Ada support system di belakangnya," tandasnya. (Ismail/Jawa Tengah)