Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Indonesia

PKIP: Pancasila Perekat Kehidupan Komunitas

Noer Ardiansjah - Selasa, 25 Juli 2017

MerahPutih.com - Ideologi Pancasila berperan penting sebagai perekat dalam kehidupan komunitas. Sebagai bangsa yang mengerti sejarahnya semenjak sebelum penjajahan yang tercerai-berai dalam satuan budaya yang berbeda-beda, mudah terpecah belah dengan politik devide et impera.

Ketua Pusat Kajian Ideologi Pancasila (PKIP) Ashoka Siahaan menyatakan kesatuan yang utuh dari sebuah negara dihujani sifat snobisme (kelatahan) intelektual kepada kalangan muda yang diproduksi oleh paham posmedernisme.

Sehingga, kata dia, pemuda dibuat untuk tidak memiliki daya kreativitas dan kesatuan yang kuat antarsesama anak bangsa.

"Kami selama ini mengkaji, mengamati, dan menyimpulkan bahwa bangsa kita berada dalam ambang kehancuran berpikir kritis. Kita berada dalam krisis berpikir kreatif, dan hal yang sangat memprihatinkan terjadi proses pembodohan," kata Ashoka Siahaan dalam seminar Pusat Kajian Ideologi Pancasila di Kantor Bupati Banyumas, Jawa Tengah, Senin (24/7).

Menurut Ashoka, pihaknya terus berupaya mengajak semua kalangan untuk melakukan pemahaman Pancasila secara fenomenologi dengan tidak mengesampingkan pengetahuan-pengetahuan baru namu juga mempertahankan subtansi yang sudah ada.

"Pusat Kajian Ideologi Pancasila tidak terlibat praktis dalam politik kekuasaan. Namun, ingin mengisi muatan-muatan ideologi Pancasila bagi pelaku politik maupun partai politik serta masyarakat Indonesia pada umumnya," katanya.

Hal ini, lanjut dia, dilakukan sebagai upaya melahirkan kader-kader Pancasilais yang memiliki orientasi kebangsaan dan ideologi yang jelas (ideologi Pancasila) bagi majunya peradaban bangsa menuju peradaban kebudayaan nasional.

"Yakni, peradaban dan kebudayaan Pancasila dengan demikian sekaligus ini menjadi pengawal pancasila (the Vanguard of Pancasila)," tandasnya. (*)

Sumber: ANTARA

Baca Artikel Asli