Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Hiburan & Gaya Hidup Fun

Pertama dalam Sejarah, Paus Fransiskus Izinkan Perempuan Ikut Voting di Sinode

Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 28 April 2023

SINODE atau synode merupakan sidang majelis di gereja yang biasanya digelar dalam rangka membahas doktrin, penyelesaian disiplin, hingga administrasi. Selama sejarah Katolik, sinode yang digelar di Vatikan biasanya menjadi pertemuan global yang mempertemukan para uskup yang berpengaruh.

Pihak Vatikan mengumumkan bahwa sinode selanjutnya akan digelar pada bulan Oktober 2023. Menariknya, terdapat hal yang berbeda di sinode tahun ini.

Paus Fransiskus mengambil keputusan yang disebut sebagai perdana dalam sejarah untuk sinode kali ini usai mengizinkan lima suster untuk memberikan suaranya pada voting nanti.

Hal ini disebut langsung memicu banyak pembicaraan, mengingat ini merupakan kali pertamanya perempuan diberikan hak memberikan suara dalam sinode. Pasalnya, pada sinode sebelumnya, para suster biasanya datang hanya sebagai pengamat saja.

Baca juga:

Paus Fransiskus: Homoseksualitas Bukan Kejahatan, tapi Dosa

Paus Fransiskus melakukan aksi progresif di sinode dengan mengundang suster tak hanya hadir saja tapi juga memberikan suaranya. (Foto: Instagram/@hercircleofficial)

Pada dasarnya, sinode merupakan pertemuan yang pada dasarnya dipandang sebagai badan penasihat kepausan yang nantinya akan membantu Paus Fransiskus memutuskan terkait usulan atau topik tertentu.

Sebelum kebijakan baru ini, biasanya pemungutan suara di sinode Vatikan hanya melibatkan para uskup yang hadir di sana saja.

Pengumuman ini disampaikan Vatikan, Rabu (26/4), menyatakan bahwa kelima suster dapat memberikan hak suaranya tapi tetap mayoritas suara yang ada di sana tetap berasal dari kaum Adam.

Walaupun demikian, langkah ini dianggap menjadi momen progresif bagi Gereja Katolik Roma yang digadang-gadang kepemimpinannya selalu di bawah laki-laki. Sehingga tak heran bila kelompok advokasi pastor perempuan di Amerika Serikat, yakni Women Ordination Conference menyambut kebijakan Paus Fransiskus ini dengan antusias.

Baca juga:

Keluar dari Rumah Sakit, Paus Fransiskus Langsung Lontarkan Candaan

Kebijakan baru dari Paus Fransiskus ini dipandang sebagai langkah yang positif bagi para pastor perempuan serta suster di lingkup Katolik Roma. (Foto: Instagram/Pope Francis)

“Selama bertahun-tahun perwakilan Vatikan dan para uskup menentang untuk menggerakan tiang gawang di setiap sinode tentang mengapa perempuan tidak diizinkan untuk memilih. Alasan tak terucapkan selalu seksisme. Dalam waktu dekat, kami berharap sinode terus berkembang menjadi badan yang sepenuhnya mewakili umat Tuhan,” tulis Women’s Ordination Conference di akun Twitter resminya, sebagaimana dikutip dari BBC Kamis (27/4).

Menariknya perubahan pada sinode di 2023 ini tak hanya berhenti di situ saja. Karena kebijakan pemungutan suara juga lebih dilebarkan lagi dengan kehadiran hingga 70 orang perwakilan non-klerus yang berasal dari komunitas religius Katolik untuk turut hadir dan ikut voting. Bahkan Paus Fransiskus berharap setengah dari 70 orang itu adalah perempuan serta para generasi Katolik muda. (aru)

Baca juga:

Paus Fransiskus Berikan Hadiah Istimewa untuk Raja Charles III Jelang Penobatan

Baca Artikel Asli