Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Indonesia

Sentimen Kecerdasan Buatan Selamatkan Wajah IHSG Pagi Ini, Saham Unggulan LQ45 Ikut Merangkak Naik

Angga Yudha Pratama - 2 jam, 11 menit lalu

Merahputih.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) langsung melonjak 10,36 poin atau tumbuh 0,17 persen menuju posisi 5.934 pada pembukaan perdagangan Senin (13/7) pagi. Kelompok 45 saham unggulan atau Indeks LQ45 ikut merangkak naik sebesar 0,03 poin atau setara 0,01 persen menuju level 589,28.

Selama IHSG mampu bertahan di atas area 5.900-5.882, peluang melanjutkan technical rebound masih terbuka dengan target menguji 5.948-6.000.

Kemudian 6.100-6.220 apabila berhasil menembus batas atas channel,

ujar Head of Research Kiwoom Sekuritas Liza Camelia Suryanata.

Ledakan Saham Teknologi Global dan Sinyal The Fed

Pemicu utama gairah pasar modal domestik berasal dari bursa saham Nasdaq Amerika Serikat menyusul debut impresif saham produsen memori kecerdasan buatan, SK Hynix.

Baca juga:

Kortastipidkor Temukan Gunung Emas 74 Kilogram dan Tumpukan Dolar dari Penggeledahan Rumah di Sentul

Lonjakan masif korporasi teknologi global tersebut memicu efek domino positif hingga ke pasar saham Asia.

Di sisi lain, meredanya tensi konflik geopolitik pasca pernyataan Presiden AS Donald Trump ikut memberikan sentimen positif tambahan bagi pergerakan aset berisiko.

Ilustrasi

“Meredanya harga minyak membantu menenangkan kekhawatiran pasar terhadap risiko inflasi akibat konflik di kawasan Timur Tengah,” tutur Liza memberikan analisis mengenai faktor eksternal penopang indeks belanja modal.

Performa pasar keuangan global dan regional akhir pekan hingga Senin pagi ini menunjukkan dinamika:

Dilema Likuiditas Fiskal dan Front Loading Utang Negara

Beralih ke dalam negeri, perhatian pelaku pasar tertuju pada kebijakan pengelolaan arus kas Kementerian Keuangan.

Realisasi pengembalian kelebihan pembayaran pajak atau restitusi pajak menembus angka Rp171,2 triliun sepanjang semester I-2026.

Angka ini mencerminkan penurunan sebesar 31,5 persen jika membandingkannya dengan periode sama tahun lalu.

“Meskipun mendukung likuiditas fiskal dalam jangka pendek, kebijakan ini berpotensi menekan likuiditas dunia usaha,” kata Liza.

Ringkasan data anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) serta target pembiayaan pemerintah pusat:

Strategi penyerapan utang di awal tahun (front loading) terbukti efektif menjaga stabilitas pasar obligasi domestik dari ketidakpastian moneter global.

Baca juga:

IHSG Hari Ini Tembus 5.936, Indeks LQ45 Meroket Ikuti Tren

Melimpahnya cadangan kas negara memberikan keleluasaan bagi pemerintah mengurangi intensitas penerbitan surat utang baru pada semester II-2026. Sekarang fokus pasar beralih menantikan testimoni arah suku bunga acuan oleh Gubernur The Fed Kevin Warsh malam nanti.

Baca Artikel Asli