Merahputih.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) langsung melonjak 10,36 poin atau tumbuh 0,17 persen menuju posisi 5.934 pada pembukaan perdagangan Senin (13/7) pagi. Kelompok 45 saham unggulan atau Indeks LQ45 ikut merangkak naik sebesar 0,03 poin atau setara 0,01 persen menuju level 589,28.
Selama IHSG mampu bertahan di atas area 5.900-5.882, peluang melanjutkan technical rebound masih terbuka dengan target menguji 5.948-6.000.
Kemudian 6.100-6.220 apabila berhasil menembus batas atas channel,
ujar Head of Research Kiwoom Sekuritas Liza Camelia Suryanata.
Ledakan Saham Teknologi Global dan Sinyal The Fed
Pemicu utama gairah pasar modal domestik berasal dari bursa saham Nasdaq Amerika Serikat menyusul debut impresif saham produsen memori kecerdasan buatan, SK Hynix.
Baca juga:
Kortastipidkor Temukan Gunung Emas 74 Kilogram dan Tumpukan Dolar dari Penggeledahan Rumah di Sentul
Lonjakan masif korporasi teknologi global tersebut memicu efek domino positif hingga ke pasar saham Asia.
Di sisi lain, meredanya tensi konflik geopolitik pasca pernyataan Presiden AS Donald Trump ikut memberikan sentimen positif tambahan bagi pergerakan aset berisiko.

“Meredanya harga minyak membantu menenangkan kekhawatiran pasar terhadap risiko inflasi akibat konflik di kawasan Timur Tengah,” tutur Liza memberikan analisis mengenai faktor eksternal penopang indeks belanja modal.
Performa pasar keuangan global dan regional akhir pekan hingga Senin pagi ini menunjukkan dinamika:
-
Lonjakan Emiten Global: Debut saham SK Hynix meroket hingga 13 persen di atas harga penawaran umum perdana saham (IPO) pada bursa Nasdaq.
-
Konsensus Laba S&P 500: Investor memproyeksikan pertumbuhan laba kuartal II-2026 sebesar 24 persen secara tahunan (year on year/yoy) berkat sokongan sektor teknologi.
-
Penutupan Indeks Wall Street: Indeks S&P 500 menguat 0,42 persen (ke level 7.575,39), Nasdaq Composite tumbuh 0,29 persen (ke level 26.281,61), dan Dow Jones naik 0,29 persen (ke level 52.637,01).
-
Bursa Saham Eropa: Pergerakan indeks saham variatif, Euro Stoxx 50 melemah 0,23 persen, sedangkan FTSE 100 Inggris mampu naik 0,24 persen.
-
Bursa Regional Asia: Indeks Nikkei Jepang justru terpangkas 1,47 persen menuju level 67.552,00 bersamaan dengan pelemahan indeks Shanghai.
Dilema Likuiditas Fiskal dan Front Loading Utang Negara
Beralih ke dalam negeri, perhatian pelaku pasar tertuju pada kebijakan pengelolaan arus kas Kementerian Keuangan.
Realisasi pengembalian kelebihan pembayaran pajak atau restitusi pajak menembus angka Rp171,2 triliun sepanjang semester I-2026.
Angka ini mencerminkan penurunan sebesar 31,5 persen jika membandingkannya dengan periode sama tahun lalu.
“Meskipun mendukung likuiditas fiskal dalam jangka pendek, kebijakan ini berpotensi menekan likuiditas dunia usaha,” kata Liza.
Ringkasan data anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) serta target pembiayaan pemerintah pusat:
-
Anjloknya Restitusi Pajak: Penurunan terdalam bersumber dari restitusi PPh Badan sebesar minus 40 persen (yoy) serta PPN Dalam Negeri menyusut 29,7 persen (yoy).
-
Koreksi Outlook Pembiayaan: Pemerintah menaikkan estimasi pembiayaan APBN 2026 dari target awal Rp689.100.000.000.000 (Rp689,1 triliun) menjadi Rp734.300.000.000.000 (Rp734,3 triliun).
-
Realisasi Pembiayaan Semester I: Angka penyerapan utang mencapai Rp452.000.000.000.000 (Rp452 triliun) atau menguras 65,6 persen dari pagu awal.
-
Cadangan Saldo Anggaran Lebih (SAL): Otoritas fiskal masih menyimpan dana cadangan sekitar Rp255.000.000.000.000 (Rp255 triliun) sebagai bantalan darurat pasar obligasi.
-
Alokasi Mata Uang Pembiayaan: Penerbitan surat utang negara tetap fokus pada instrumen mata uang rupiah sebesar 70-75 persen, mengurangi ketergantungan global bond.
Strategi penyerapan utang di awal tahun (front loading) terbukti efektif menjaga stabilitas pasar obligasi domestik dari ketidakpastian moneter global.
Baca juga:
Melimpahnya cadangan kas negara memberikan keleluasaan bagi pemerintah mengurangi intensitas penerbitan surat utang baru pada semester II-2026. Sekarang fokus pasar beralih menantikan testimoni arah suku bunga acuan oleh Gubernur The Fed Kevin Warsh malam nanti.