MerahPutih.com - Semifinal Piala Dunia 2026 kemungkinan akan menjadi momen yang paling dikenang sepanjang masa.
Empat juara dan tim terbaik di dunia bersatu di semifinal, sejak FIFA memperkenalkan peringkatnya pada 1992. Lima dari enam pencetak gol terbanyak, satu pemain terbaik sepanjang masa, dan salah satu rivalitas paling sengit dalam sepak bola akan menyuguhkan magisnya.
Argentina, Spanyol, Prancis, dan Inggris memasuki turnamen sebagai empat tim teratas dalam peringkat FIFA dan hanya membutuhkan dua kemenangan lagi untuk kembali dinobatkan sebagai juara.
Prancis akan melawan Spanyol di Arlington, Texas, pada Rabu (15/7). Sementara itu, Inggris akan menghadapi Argentina di Atlanta pada Kamis (16/7).
Baca juga:
Sejarah Pertemuan Inggris dan Argentina di Piala Dunia
Terakhir kali, empat tim terakhir di Piala Dunia yang terdiri dari mantan juara adalah 1990. Saat itu, Inggris dan Argentina termasuk di antaranya, meskipun keduanya tidak saling berhadapan.
Kala itu, seperti halnya sekarang, Argentina berstatus sebagai juara bertahan usai mengalahkan Jerman Barat di final 1986 di Meksiko. Namun, mereka kalah dari Jerman Barat di final 1990.
Tahun ini bisa saja terjadi ulangan laga final Piala Dunia 2022, jika Prancis dan Argentina sama-sama melaju ke partai puncak.
Demi mencapai final kedua berturut-turut, Argentina harus menaklukkan Inggris, termasuk ketegangan yang dipicu oleh konflik Kepulauan Falkland pada 1982 silam.
Sedangkan di atas lapangan, berbagai insiden panas telah mewarnai pertemuan kedua tim di ajang Piala Dunia selama bertahun-tahun.
Baca juga:
Kapten timnas Argentina, Antonio Rattin, diusir keluar lapangan dalam pertandingan perempat final yang penuh ketegangan melawan Inggris pada 1966. Inggris akhirnya keluar sebagai pemenang dalam laga tersebut.
Manajer timnas Inggris, Alf Ramsey, bahkan sempat melarang para pemainnya bertukar jersey dengan lawan usai kemenangan 1-0 tersebut.
20 tahun kemudian tepatnya pada 1986, gol "Tangan Tuhan"dari Diego Maradona membantu Argentina meraih kemenangan 2-1 atas Inggris di babak perempat final, dalam perjalanan mereka menuju gelar juara.
Lalu, David Beckham terkena kartu merah pada 1998 karena menendang gelandang Argentina, Diego Simeone. Hal itu pun menuai kritik dari media Inggris akibat reaksinya terhadap insiden yang tampak hanya melibatkan kontak fisik ringan. Argentina memenangkan pertandingan babak 16 besar tersebut melalui adu penalti.
Beckham membalas kekalahan itu empat tahun kemudian. Ia mencetak gol penalti dalam kemenangan 1-0 yang turut menyebabkan tersingkirnya Argentina di fase grup.
Prancis dan Spanyol Kembali Bertemu di Semifinal Panggung Dunia
Selanjutnya di bagan lain, Prancis dan Spanyol kembali bertemu di semifinal turnamen besar, hanya berselang dua tahun setelah mereka berhadapan di Euro 2024.
Spanyol menang 2-1 atas Inggris. Lamine Yamal, yang saat itu baru berusia 16 tahun, turut mencatatkan namanya di papan skor. Kemudian, ia sukses mengangkat trofi Euro 2024 setelah mengalahkan Inggris di partai final.
Performa Kylian Mbappe sempat menurun dalam turnamen tersebut akibat cedera patah hidung, sementara bintang-bintang baru, seperti Michael Olise dan Desire Doue kala itu belum mencuat.
Dua tahun berselang, Prancis kini dianggap luas sebagai tim paling mengesankan di Piala Dunia 2026, berkat deretan talenta penyerang yang luar biasa. Mbappe juga memuncaki daftar pencetak gol terbanyak bersama pemain lainnya.
Baca juga:
Demam Piala Dunia 2026! Jersey Timnas Norwegia Sold Out, Fans Rela Antre 12 Jam
Sebaliknya, Spanyol harus menghadapi masalah cedera yang menimpa Yamal dan sesama pemain sayap, Nico Williams, menjelang turnamen. Mereka juga harus mengandalkan gol-gol di menit akhir dari Mikel Merino untuk menaklukkan Portugal dan Belgia di dua putaran sebelumnya.
Kedua negara telah beberapa kali bertemu di ajang Piala Dunia maupun Euro. Prancis pernah mengalahkan Spanyol di partai final Euro 1984.
Sementara itu, persaingan memperebutkan gelar pencetak gol terbanyak turnamen telah menjadi laga sengit tersendiri di dalam Piala Dunia 2026, mengingat banyak penyerang paling mematikan yang tampil dalam performa puncaknya.
Lionel Messi dan Kylian Mbappe Perebutkan Top Skor Sepanjang Masa Piala Dunia
Mbappe dan Lionel Messi memimpin daftar pencetak gol dengan masing-masing delapan gol. Erling Haaland mengakhiri turnamen dengan tujuh gol. Jude Bellingham dan Harry Kane masing-masing mencetak enam gol, sementara Ousmane Dembele mengoleksi lima gol.
Mikel Oyarzabal telah mencetak empat gol, sehingga masih berpeluang bersaing jika Spanyol berhasil mengalahkan Prancis di semifinal.
Ada pula persaingan memperebutkan status pencetak gol terbanyak sepanjang masa di Piala Dunia secara keseluruhan, dengan Messi mengoleksi 21 gol dan Mbappe 20 gol.
Banyak pihak sudah menganggap Messi sebagai pemain terbaik sepanjang masa. Lalu, performanya di ajang yang kemungkinan besar menjadi Piala Dunia terakhirnya di usia 39 tahun, semakin memperkuat anggapan tersebut. Jadi, ini akan menjadi pertandingan pertama Messi melawan Inggris.
Baca juga:
Piala Dunia 2030 Diikuti 64 Tim, Presiden FIFA Gianni Infantino: Akan Dipertimbangkan
Jika Messi mampu membawa Argentina meraih gelar juara, maka ia akan melampaui pencapaian Maradona dengan memenangkan dua gelar Piala Dunia bagi negaranya.
Selain itu, Argentina juga akan menjadi tim pertama yang menjuarai turnamen ini secara berturut-turut sejak Brasil melakukannya pada 1958 dan 1962.
Legenda sepak bola dunia, Pele, merupakan bagian dari skuad tersebut. Kemudian, ia berhasil memenangkan gelar Piala Dunia ketiganya pada 1970. (sof)

