Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Indonesia

Penumpang Terjebak di Lift Saat Listrik MRT Padam, DPRD Soroti SOP Keselamatan

Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 28 April 2026

MerahPutih.com - Pemadaman listrik secara mendadak di MRT Jakarta dinilai harus menjadi perhatian serius Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Insiden tersebut dianggap menunjukkan belum terpenuhinya Standar Operasional Prosedur (SOP) keselamatan penumpang.

Parahnya, akibat aliran listrik padam, sejumlah penumpang dilaporkan sempat terjebak di dalam lift stasiun.

Ketua Komisi B DPRD DKI Jakarta, Nova Harivan Paloh, menyayangkan prosedur keselamatan dan ketersediaan cadangan listrik di fasilitas transportasi publik yang dinilai belum optimal. Ia menyoroti tidak adanya cadangan listrik atau genset di area-area krusial seperti lift dan eskalator untuk mengantisipasi kondisi darurat.

"Bagaimana safety untuk cadangan listriknya. Seharusnya ada karena ini ruang yang penting," ujar Nova kepada wartawan, Selasa (28/4).

Baca juga:

PT MRT Jakarta Revitalisasi Area di Stasiun Bundaran HI, Rekayasa Lalu Lintas Dilakukan hingga 30 Mei

Nova juga menyoroti keterlibatan Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan DKI Jakarta (Gulkarmat) dalam proses evakuasi penumpang yang terjebak di lift saat listrik padam. Ia menilai mitigasi internal MRT Jakarta masih sangat lemah.

"Ini bukan di satu stasiun MRT saja, tapi hampir di seluruh stasiun seperti itu. Harus ada mitigasi yang jelas," tegasnya.

Selain itu, Nova meminta manajemen MRT Jakarta segera menyusun rencana pemasangan genset sebagai langkah cadangan (backup plan). Ia menekankan bahwa keselamatan penumpang harus menjadi prioritas utama dalam operasional transportasi publik.

Baca juga:

DPRD DKI Kritik SOP MRT Jakarta Saat Mati Listrik, Wajib Dievaluasi Total

Ketika listrik padam di ruang-ruang vital seperti eskalator maupun lift, menurutnya, sistem cadangan harus tersedia agar tidak membahayakan pengguna.

Politikus Partai NasDem itu mengaku sempat melayangkan protes keras terhadap MRT Jakarta. Insiden tersebut menyebabkan penumpukan penumpang dan meningkatkan risiko keselamatan.

"Itu yang harus kita jaga, harus di-highlight keselamatan penumpang di situ," pungkasnya. (Asp)

Baca Artikel Asli