Pentingnya Memeriksa Nomor Izin Edar Pada Sebuah Produk

Rabu, 23 Juni 2021 - Raden Yusuf Nayamenggala

DALAM membeli sebuah produk seperti halnya obat tradisional, jamu, maupun obat herbal, penting untuk mengetahui izin edar produk.

Hal tersebut diungkapkan oleh Peneliti dari Perhimpunan Peneliti Bahan Obat Alami (PERHIPBA) dan Fakultas Farmasi Universitas Indonesia (FFUI) Dr. apt. Yesi Desmiaty.

Baca Juga:

Pentingnya Bangun Pagi Untuk Kesehatan Mental

Yesi berpesan agar masyarakat benar-benar memperhatikan kemasan produk sebelum mengonsumsi produknya. Lalu, periksa juga nomor izin edarnya, guna mengetahui produk tersebut terdaftar atau tidak di Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

"Jamu yang tidak ada Nomor Izin Edar (NIE) itu berbahaya. Bisa saja jamu tersebut mengandung bahan kimia obat (BKO), yang merupakan senyawa sintetis atau bisa juga produk kimiawi yang berasal dari bahan alam yang umumnya digunakan pada pengobatan modern," ujar Yesi, seperti yang dikutip dari laman Antara.

Kenali bahan-bahan apa saja yang terdapat pada sebuah produk. (Foto: pixabay/kerdkanno)

Yesi menambahkan bila produk jamu mengandung bahan kimia yang berbahaya, bisa mengakibatkan efek samping yang berat.

Sementara itu, Ketua Umum Perkumpulan Dokter Pengembang Obat Tradisional dan Jamu Indonesia (PDPOTJI) Prof. Dr (Cand.) dr. Inggrid Tania mengatakan bila tidak membeli atau meracik tanaman obat untuk dikonsumsi sendiri, ramuan hanya digunakan sebagai pencegahan, bukan sebagai penyembuhan.

Inggrid menegaskan masyarakat harus konsultasi terlebih dahulu dengan dokter bila ingin menggunakan obat herbal atau ramuan sebagai pilihan penyembuh penyakit. "Banyak ramuan sederhana yang bisa diracik sendiri oleh masyarakat, dan ini memang untuk upaya promotif dan preventif. Sehingga, di luar itu, kita perlu hati-hati," kata dr. Inggrid.

Menurut Dokter Inggrid, ada beberapa ramuan juga yang dokter ajarkan. Seperti untuk menurunkan tekanan darah, menurunkan lemak darah, dan gula darah.

Baca Juga:

Mengenal 'Zoom Fatigue' dan Bahayanya bagi Kesehatan Mental

Ramuan tersebut bisa diajarkan ke masyarakat, tapi, memang dengan ketentuan bahwa harus konsultasi dengan dokter masing-masing. Dokter Inggrid juga mengatakan bahan dari alam bekerja tidak secara instan, melainkan bertahap menyeimbangkan dengan minimal efek samping.

Karena itu, obat herbal dengan bahan alami, menjadi pilihan yang baik untuk memelihara kesehatan, kecantikan, imunitas, kebugaran, mencegah penyakit dan mengatasi gangguan kesehatan ringan.

Selain itu, masyarakat juga diimbau untuk lebih teliti dalam mempelajari tanaman obat, serta alternatif pengobatan herbal di masa pandemi ini. Sebab, masyarakat kerap dibanjiri oleh hoaks yang merugikan siapa pun.

Cari informasi sebanyak mungkin sebelum kamu mengonsumsi obat herbal tradisional. (Foto: pixabay/darkostojanovic)

Seperti halnya hoaks tentang temulawak dan kunyit yang berbahaya untuk dikonsumsi, serta berita bohong lainnya.

Untuk mencari informasi, masyarakat bisa melihat media sosial perkumpulan dokter. Lewat media sosial masyarakat juga dapat bertanya lewat pesan atau komentar.

Selain itu, masyarakat pun dapat menambah literasi lewat website atau media sosial Kemenkes dan BPOM. Pihak Kemenkes dan BPOM kerap merilis tentang klarifikasi hoaks yang beredar. (ryn)

Baca Juga:

Kiat-Kiat Menjaga Kesehatan Tubuh Setelah Divaksin

Bagikan

Baca Original Artikel
Bagikan