Pentingnya Memeriksa Nomor Izin Edar Pada Sebuah Produk
Periksa terlebih dahulu nomor izin edar sebuah produk. (Foto: pixabay/jarmoluk)
DALAM membeli sebuah produk seperti halnya obat tradisional, jamu, maupun obat herbal, penting untuk mengetahui izin edar produk.
Hal tersebut diungkapkan oleh Peneliti dari Perhimpunan Peneliti Bahan Obat Alami (PERHIPBA) dan Fakultas Farmasi Universitas Indonesia (FFUI) Dr. apt. Yesi Desmiaty.
Baca Juga:
Yesi berpesan agar masyarakat benar-benar memperhatikan kemasan produk sebelum mengonsumsi produknya. Lalu, periksa juga nomor izin edarnya, guna mengetahui produk tersebut terdaftar atau tidak di Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).
"Jamu yang tidak ada Nomor Izin Edar (NIE) itu berbahaya. Bisa saja jamu tersebut mengandung bahan kimia obat (BKO), yang merupakan senyawa sintetis atau bisa juga produk kimiawi yang berasal dari bahan alam yang umumnya digunakan pada pengobatan modern," ujar Yesi, seperti yang dikutip dari laman Antara.
Yesi menambahkan bila produk jamu mengandung bahan kimia yang berbahaya, bisa mengakibatkan efek samping yang berat.
Sementara itu, Ketua Umum Perkumpulan Dokter Pengembang Obat Tradisional dan Jamu Indonesia (PDPOTJI) Prof. Dr (Cand.) dr. Inggrid Tania mengatakan bila tidak membeli atau meracik tanaman obat untuk dikonsumsi sendiri, ramuan hanya digunakan sebagai pencegahan, bukan sebagai penyembuhan.
Inggrid menegaskan masyarakat harus konsultasi terlebih dahulu dengan dokter bila ingin menggunakan obat herbal atau ramuan sebagai pilihan penyembuh penyakit. "Banyak ramuan sederhana yang bisa diracik sendiri oleh masyarakat, dan ini memang untuk upaya promotif dan preventif. Sehingga, di luar itu, kita perlu hati-hati," kata dr. Inggrid.
Menurut Dokter Inggrid, ada beberapa ramuan juga yang dokter ajarkan. Seperti untuk menurunkan tekanan darah, menurunkan lemak darah, dan gula darah.
Baca Juga:
Ramuan tersebut bisa diajarkan ke masyarakat, tapi, memang dengan ketentuan bahwa harus konsultasi dengan dokter masing-masing. Dokter Inggrid juga mengatakan bahan dari alam bekerja tidak secara instan, melainkan bertahap menyeimbangkan dengan minimal efek samping.
Karena itu, obat herbal dengan bahan alami, menjadi pilihan yang baik untuk memelihara kesehatan, kecantikan, imunitas, kebugaran, mencegah penyakit dan mengatasi gangguan kesehatan ringan.
Selain itu, masyarakat juga diimbau untuk lebih teliti dalam mempelajari tanaman obat, serta alternatif pengobatan herbal di masa pandemi ini. Sebab, masyarakat kerap dibanjiri oleh hoaks yang merugikan siapa pun.
Seperti halnya hoaks tentang temulawak dan kunyit yang berbahaya untuk dikonsumsi, serta berita bohong lainnya.
Untuk mencari informasi, masyarakat bisa melihat media sosial perkumpulan dokter. Lewat media sosial masyarakat juga dapat bertanya lewat pesan atau komentar.
Selain itu, masyarakat pun dapat menambah literasi lewat website atau media sosial Kemenkes dan BPOM. Pihak Kemenkes dan BPOM kerap merilis tentang klarifikasi hoaks yang beredar. (ryn)
Baca Juga:
Bagikan
Berita Terkait
Program Keluarga SIGAP Dorong Perubahan Perilaku Lewat Layanan Kesehatan Primer
Usai Banjir Bandang, Warga Aceh Tamiang Banyak Alami Gangguan Kesehatan
AS Kurangi Jumlah Vaksin Wajib untuk Anak-Anak, Timbulkan Kekhawatiran Peningkatan Risiko Penyakit
Gubernur Pramono Tegaskan belum Ditemukan Super Flu di Jakarta
DPR Minta Pemerintah Gerak Cepat Antisipasi Ancaman Super Flu, Dorong Kemenkes Terbitkan Vaksin Pencegah
Waspada Super Flu, 62 Kasus Terkonfirmasi di Indonesia Terbanyak di Jawa Timur
Super Flu Masuk ke Indonesia, Kemenkes Imbau Kenali Gejala dan Terapkan Protokol Kesehatan
Teknologi Bedah Robotik Memungkinkan Tindakan Presisi untuk Kenyamanan Pasien, kini Hadir di Siloam Hospitals Kebon Jeruk
Pasar Pramuka Tetap Ramai Jelang Revitalisasi Total di Tahun 2026
SDM Dokter belum Terpenuhi, Kemenkes Tunda Serahkan RS Kardiologi Emirate ke Pemkot Solo