Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Indonesia

Pengamat: Pola Komunikasi Pemerintahan Prabowo Kini Makin Terpusat di Lingkaran Inti Presiden

Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 01 Juli 2026

MerahPutih.com - Pola komunikasi publik pada pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dinilai mengalami perubahan. Komunikasi pemerintahan disebut semakin terpusat pada figur-figur yang berada di lingkaran inti Presiden.

Direktur Eksekutif Citra Institute, Yusak Farchan, menilai Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya kini semakin dominan dalam menyampaikan berbagai program strategis pemerintah kepada publik.

"Ada kecenderungan komunikasi politik pemerintahan memang semakin terpusat pada figur-figur yang berada di lingkaran inti Presiden Prabowo," kata Yusak kepada wartawan, Rabu (1/7).

Baca juga:

Disorot Sering Dinas ke Luar Negeri, Seskab Teddy Tegaskan Kelebihan Biaya Ditanggung Pribadi Presiden

Yusak mengatakan Presiden Prabowo cenderung mengandalkan orang-orang yang memiliki kedekatan kerja sehari-hari untuk menyampaikan agenda-agenda strategis pemerintah.

Menurutnya, kondisi tersebut membuat sejumlah pejabat yang berada di sekitar Presiden tampil lebih menonjol dalam komunikasi pemerintahan.

Bukan Pergeseran Struktur Kekuasaan

Meski demikian, Yusak menegaskan fenomena tersebut tidak serta-merta menunjukkan adanya pergeseran struktur kekuasaan dari Wakil Presiden kepada lingkaran dekat Presiden.

Menurutnya, perubahan yang terjadi lebih mencerminkan strategi komunikasi politik pemerintah.

Ini menunjukkan Presiden lebih mengandalkan orang-orang yang memiliki kedekatan kerja sehari-hari untuk menyampaikan berbagai agenda strategis. Namun, hal itu belum tentu berarti terjadi pergeseran struktur kekuasaan,

Direktur Eksekutif Citra Institute, Yusak Farchan.

Yusak menilai semakin seringnya Teddy Indra Wijaya tampil di ruang publik merupakan bagian dari pola komunikasi yang menempatkan figur-figur kepercayaan Presiden sebagai penyampai utama pesan-pesan pemerintah.

Pola tersebut dinilai dapat mempercepat penyampaian informasi karena berasal langsung dari orang-orang yang memiliki akses dekat dengan kepala negara.

Baca juga:

Muhammad Qodari Resmi Jadi Kabakom, Akui Tantangan Komunikasi Pemerintah Semakin Kompleks

Yusak berpandangan perubahan yang paling menonjol saat ini bukan berada pada distribusi kewenangan politik, melainkan pada cara pemerintah membangun dan menyampaikan narasi kepada publik.

"Yang tampak bergeser adalah pola komunikasi publik, di mana narasi pemerintah lebih banyak disampaikan oleh orang-orang yang secara langsung menjadi perpanjangan tangan Presiden," tutupnya. (Asp)

Baca Artikel Asli