Penelitian Ungkap Panas Ekstrem Bisa Pengaruhi Kesehatan Mental

Sabtu, 04 Mei 2024 - Ananda Dimas Prasetya

Merahputih.com - Penelitian yang dipublikasikan di jurnal Lancet menyatakan panas ekstrem dapat berdampak serius pada kesehatan mental, termasuk peningkatan agresi, perilaku bunuh diri, depresi, dan penggunaan narkoba.

Analisis tersebut menemukan suhu udara luar terkait dengan percobaan bunuh diri, kunjungan ke rumah sakit atau rawat inap karena masalah kesehatan mental, serta dampak negatif terhadap kesehatan mental dan kesejahteraan masyarakat.

Sucheta Gore, seorang psikolog dari Mpower, menyarankan untuk tetap berada di dalam ruangan selama gelombang panas dan mengambil langkah-langkah untuk menjaga kesehatan mental, demikian dilansir ANTARA, Jumat (3/5).

Baca juga:

BMKG Pastikan Udara Panas di Indonesia Bukan Heatwave

Gore menjelaskan panas ekstrem dapat menyebabkan emosi negatif seperti kemarahan dan mudah tersinggung. Ia juga menyarankan agar masyarakat tidak mengabaikan kesehatan mental dan mengambil tindakan preventif.

Baca juga:

Asia Tenggara dan Tengah Dilanda Gelombang Panas Sampai 45 Derajat Celcius

Selama periode panas yang ekstrem, risiko tekanan emosional dan masalah kesehatan mental meningkat. Panas dapat mengganggu area otak yang bertanggung jawab atas fungsi kognitif kompleks.

Baca juga:

Cuaca Panas Ekstrem Asia Tenggara Catatkan Rekor Tertinggi

Gore merekomendasikan beberapa langkah untuk menjaga kesehatan mental selama cuaca panas, termasuk tetap terhidrasi, makan makanan sehat, membatasi aktivitas di luar ruangan, mengenakan pakaian yang nyaman, menghindari konsumsi kafein dan alkohol, serta meluangkan waktu untuk perawatan diri seperti mandi air dingin. (waf)

Bagikan

Baca Original Artikel
Bagikan