Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Indonesia

Penderita Corona Tembus 112 Ribu, Arab Saudi Masih Larang Umrah dan Ziarah

Zulfikar Sy - Kamis, 11 Juni 2020

MerahPutih.com - Pemerintah Arab Saudi memberlakukan penutupan sementara akses masuk ke negaranya, baik untuk jemaah umrah maupun ziarah. Aturan ini terbit sejak 27 Februari dan masih berlaku hingga sekarang.

"Aturan larangan umrah dan ziarah yang terbit sejak 27 Februari lalu belum dicabut dan masih berlaku hingga sekarang," terang Konsul Haji KJRI Jeddah Endang dalam keteranganya, Kamis (11/6).

Baca Juga:

Brazil Catat 32.091 Kasus COVID-19 dalam 24 jam

Menurutnya, Saudi memang telah memasuki masa pelonggaran lockdown. Namun demikian, diterbitkan juga aturan kewaspadaan sehingga Kementerian Haji dan Umrah Saudi menegaskan bahwa umrah dan ziarah Masjid Nabawi tetap ditutup (suspend).

"Penutupan itu bahkan disebutkan sampai waktu yang tidak ditentukan dan akan diambil langkah-langkah selanjutnya sesuai kondisi COVID-19 dan hasil rekomendasi berbagai pihak terkait," jelas Endang.

Jamaah mengelilingi Kakbah saat menunaikan ibadah umrah di Masjidil Haram, Mekkah, Arab Saudi. (ANTARA/Hanni Sofia)
Jamaah mengelilingi Kakbah saat menunaikan ibadah umrah di Masjidil Haram, Mekkah, Arab Saudi, sebelum pandemi COVID-19. (ANTARA/Hanni Sofia)

Menurut Endang, musim umrah 1441H telah selesai. Saat ini, kalau dalam situasi normal, seharusnya sudah memasuki musim haji.

"Penyelenggaraan umrah mungkin dibuka pada Muharram 1442 H atau sekitar September 2020, itu pun kalau wabah COVID-19 sudah selesai di Saudi," tutupnya.

Tercatat, Rabu (10/6) terdapat pertambahan 3.717 kasus positif corona di Arab Saudi. Di saat yang sama, sebanyak 1.615 pasien sembuh dan 36 meninggal dunia. Dari jumlah pertambahan tersebut, mayoritas atau 1.317 kasus berada di Ibu Kota Saudi, Riyadh.

Baca Juga:

Tiongkok Laporkan Enam Kasus Baru COVID-19, Satu Transmisi Lokal

Dilansir Saudi Gazette, Kamis (11/6), pertambahan tersebut membuat total kasus positif di Arab Saudi mencapai 112.288 pasien, 77.954 orang di antaranya sembuh dan 819 meninggal.

Kementerian Kesehatan Saudi mencatat setelah Riyadh, pertambahan kasus di antaranya berada di Jeddah dengan 460 pasien, 194 di Hufof, 189 di Dammam, 157 di Qatif, 140 di Makkah, 127 masing-masing di Madinah dan Taif dan 103 di Hail. Selain itu, ada 63 kasus di Ad-Diriyah, 55 di Muzammiah, 52 di Dhahran, 50 di Abha, 47 di Mubarraz, 42 di Hail dan 41 di Jubail. (Knu)

Baca Juga:

Washington DC Mulai Rusuh, Pentagon Kirim Ribuan Tentara ke Ibu Kota AS

Baca Artikel Asli