MerahPutih.com - Sekitar 241 ribu jemaah Indonesia berkumpil di Makkah menjelang puncak haji. Berkumpulnya jemaah haji berpotensi menimbulkan kepadatan tinggi. Situasi tersebut harus diantisipasi dengan pengelolaan mobilitas dan kondisi kesehatan jemaah yang baik.
Komisi Kerajaan untuk Kota Makkah dan Tempat Suci Arab Saudi bersama para penyelenggara haji telah menyelesaikan persiapan operasional dan layanan di Miqat Yalamlam dan Miqat Al-Juhfah.
Seiring meningkatnya kedatangan jamaah melalui pintu masuk darat, udara, dan laut, sejumlah rencana operasional terpadu disiapkan untuk meningkatkan kualitas layanan selama musim haji 1447 H, kantor berita SPA melaporkan, Rabu (20/5).
Persiapan di Miqat Yalamlam di Kegubernuran Al Lith dan Miqat Al-Juhfah di Kegubernuran Rabigh mencakup pengembangan dan pemeliharaan menyeluruh fasilitas dan layanan.
Baca juga:
Pramono Anung Berangkat Haji, Rano Karno Pimpin Jakarta Sementara
Upaya tersebut meliputi peningkatan jalur internal, halaman, area istirahat, serta penguatan layanan kebersihan, panduan, pemeliharaan, dan pendingin udara guna memastikan kenyamanan jamaah sejak tiba di miqat.
Komisi juga memastikan kesiapan area salat, toilet, dan fasilitas wudhu bekerja sama dengan pihak operator.
Selain itu, jumlah tim operasional lapangan, relawan, layanan darurat, dan layanan kesehatan turut ditingkatkan, disertai pengembangan sistem informasi dan petunjuk multibahasa bagi jamaah dari berbagai negara. (*)