Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Indonesia

Pencairan BST Kemensos di Solo, Ditemukan Data Ganda dan Warga Mampu Dapat Rp600 Ribu

Zulfikar Sy - Minggu, 17 Mei 2020

MerahPutih.com - Penyaluran Bantuan Sosial Tunai (BST) COVID-19 dari Kementerian Sosial (Kemensos) tahap pertama di Solo, Jawa Tengah ditemukan adanya data penerima yang tidak sesuai. Data tersebut ditemukan saat proses pencairan dana BST senilai Rp600.000 per KK di PT Pos Indonesia lewat kantor kelurahan masing-masing.

Wali Kota Solo FX Hadi Rudyatmo mengatakan, dalam proses pencairan dana BST, masih ditemukan data ganda serta data yang tak tepat sasaran. Data ganda yang dimaksud adalah warga kurang mampu yang sudah menerima bantuan dari Pemkot, Pemprov Jawa Tegah ataupun Program Keluarga Harapan (PKH), dan Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT).

Baca Juga:

Rawan Pencurian, Gibran Ronda Malam Keliling Kampung Pukul Kentungan

"Ada beberapa temuan data ganda. Warga tersebut mendapat undangan pencairan BST di PT Pos Indonesia meskipun juga merupakan penerima program bantuan lain. Kami coret akhirnya," kata dia.

Rudy mengatakan ada juga warga dengan kesadaran diri mengembalilan uang BST Rp600.000 ke Dinas Sosial (Dinsos). Selain itu, juga ada warga yang sudah mampu, tetapi mendapatkan BST.

"Dana BST akhirnya dikembalikan. Ini jadi bahan evaluai pada pencairan BST tahap kedua bulan Juni mendatang," kata Rudy.

 Warga kurang mampu di Solo, Jawa Tengah mendapatkan Bantuan Langsung Tunai (BLT) dari Kemensos, Jumat (15/5). (MP/Ismail)
Warga kurang mampu di Solo, Jawa Tengah mendapatkan Bantuan Langsung Tunai (BLT) dari Kemensos, Jumat (15/5). (MP/Ismail)

Kepala Dinsos Kota Solo Tamso mengungkapkan, ada sebanyak 44.127 KK yang diusulkan dapat BST COVID-19. Dari banyaknya penerima itu, baru 34.000 yang mendapatkan undangan pencairan tahap pertama.

"Pencairan dilakukan bertahap. Undangan dicetak oleh kantor pos. Kami mendistribusikan ke warga lewat kelurahan," katanya.

Baca Juga:

Anies Serukan Mudik Secara Virtual

Ia menambahkan, dalam memastikan agar tidak ada data yang tak sesuai, tiap kelurahan membentuk Pokja Data. Mereka bertugas memverifikasi data dan menyesuaikan dengan kondisi lapangan.

"Pokja ini yang bekerja untuk memastikan bantuan BST benar-benar tepat sasaran. Kami ajak warga peran aktif melaporkan jika ada bantuan salah sasaran," tutup dia. (Ism)

Baca Juga:

Solo Zoo Galang Donasi untuk Beli Pakan Hewan Terancam Kelaparan, 17 Ribu Tiket Terjual

Baca Artikel Asli