Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Indonesia

Penambahan Kasus COVID-19 Catatkan Angka Terendah Sejak 1 Februari

Alwan Ridha Ramdani - Senin, 14 Maret 2022

MerahPutih.com - Jumlah kasus COVID-19 di Indonesia masaih bertambah. Namun terus mengalami penurunan di bawah angka 12 ribuan. Ada penambahan 11.585, Minggu (13/3) sehingga total kasus menjadi 5.890.495.

Penambahan kasus COVID-19 mencatatkan angka terendah sejak 1 Februari 2022, yakni 14.600 kasus. Kemudian, kasus sembuh bertambah 25.854, total sembuh menjadi 5.395.433.

Baca Juga:

Vaksinasi Booster Penting, tak Usah Pilih-Pilih Merek

Lalu, kasus meninggal bertambah 215, total meninggal menjadi 152.166. Jumlah spesimen yang diperiksa 170.840. Namun, kasus aktif ada 342.896 dan suspek 9.260.

Juru Bicara Vaksinasi COVID-19 Kemenkes Siti Nadia Tarmizi, angkat bicara soal upaya persiapan Indonesia untuk beralih dari pandemi menuju endemi.

Salah satu upaya yang dilakukan pemerintah sebelumnya adalah menghapus syarat tes PCR dan antigen bagi pelaku perjalanan domestik yang sudah mendapatkan vaksinasi dosis lengkap.

Menurut Nadia, upaya selanjutnya yang akan dilakukan adalah pelonggaran protokol kesehatan. Namun sebelum pelonggaran tersebut dilakukan, cakupan vaksinasi di Indonesia harus tinggi.

Agar nantinya, kata ia. laju penularan COVID-19 bisa terus ditekan di bawah satu dalam kurun waktu tertentu.

"Protokol kesehatan adalah hal berikutnya yang akan kita lakukan pelonggaran setelah cakupan vaksinasi itu tinggi. Setelah laju penularan itu bisa terus kita tekan di bawah satu pada kurun waktu tertentu," kata Nadia.

Vaksinasi. (Foto: Antara)
Vaksinasi. (Foto: Antara)

Nadia menuturkan, jika laju penularan bisa ditekan maka pihaknya bisa memastikan bahwa sudah tidak banyak orang yang sakit, serta terinfeksi COVID-19. Selain itu, proses mutasi atau munculnya varian baru juga bisa diminimalisir.

Sehingga, lanjut ia, tidak mengganggu upaya percepatan Indonesia menuju fase endemi.

"Kita bisa memastikan, tidak banyak orang yang sakit, tidak banyak orang terinfeksi. Serta meminimalisir juga proses mutasi atau munculnya varian baru yang bisa kemudian mengganggu lagi upaya kita untuk percepatan masuk ke endemi," ungkap nadia.

Data Per 12 Maret 2022 untuk vaksinasi nasional, sudah 72,50 persen dari total sasaran vaksinasi mendapatkan dosis lengkap. Namun demikian, baru sekitar 7 persen dari 208.265.720 total sasaran orang yang sudah melakukan booster. (Knu)

Baca Juga:

Jelang Ramadan dan Peralihan ke Endemi, Kapolri Ingin Pastikan Percepatan Vaksinasi

Baca Artikel Asli