Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Indonesia

Pemprov DKI Bantah Kunjungan Anies ke Daerah karena Stok Beras Menipis

Andika Pratama - Rabu, 05 Mei 2021

MerahPutih.com - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta membantah stok beras di Jakarta sudah menipis. Hal ini sekaligus untuk menanggapi kunjungan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan ke sejumlah daerah di Jawa Tengah dan Jawa Timur.

Dirut Food Station Tjipinang, Pamrihadi Wiraryo mengatakan, kunjungan Anies ke Cilacap dan Ngawi beberapa waktu lalu untuk memastikan kerjasama berjalan lancar hingga masa panen raya.

Baca Juga

Anies Gandeng Pemkab Ngawi Perluas Pasokan Beras di Jakarta

"Enggak, enggak (menipis stok berasnya). Kita tidak pernah menipis. Karena kita bukan reaktif tapi antisipatif. Lagipula Kerja sama ini sudah terjadi sejak beberapa tahun yang lalu," ucap Pamrihadi di Jakarta, Rabu (5/5).

"Dan suplainya tidak terganggu,” papar Pamrihadi.

Disamping itu, Food Station memastikan stok beras menjelang Hari Raya Idul Fitri 1442 Hijriah tercukupi. Kini ketersediaan stok beras diatas rata-rata yang hari biasa hanya di bawah 50 ton kini di atas angka tersebut.

"Normalnya yang ada di pasar induk Cipinang itu adalah 40 ribu ton. Sekarang kondisinya ada 56 ribu ton," ucapnya.

Bupati Tatto S. Pamuji (kanan) bersama Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menandatangani berita acara kerjasama suplai beras ke DKI Jakarta. Foto: Pemkab Cilacap
Bupati Tatto S. Pamuji (kanan) bersama Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menandatangani berita acara kerjasama suplai beras ke DKI Jakarta. Foto: Pemkab Cilacap

Pamrihadi mengatakan, stok beras 56 ribu ton itu untuk mengantisipasi sejumlah kendala di masa hari raya Lebaran. Jumlah itu, kata dia, masih berbeda kondisi normal, dengan stok beras 40 ton bisa dikategorikan aman.

"Sekarang 56 ribu ton mengingat pertama, seasonal atau hari Raya, yang kedua kemungkinan produksi itu akan berhenti. Ketiga antisipasi dari penyekatan-penyekatan atau suplai yang tidak lancar. Itu antisipasi dari kemungkinan suplai yang tidak lancar,” ujar dia.

Adapun untuk penyaluran ke masyarakat, Pamrihadi menambahkan, pihaknya menggunakan tiga cara, pertama adalah ke modern retailer, kedua ke pasar tradisional, ketiga melalui pasar murah.

"Selain itu kami punya stok cadangan di pasar induk cipinang. Untuk Pasar murah kami lakukan setiap hari di dua kelurahan. Kami keliling ke kantong-kantong masyarakat yang membutuhkan harga pangan murah," ungkapnya. (Asp)

Baca Juga

Pengusaha Beras Asal Sragen Dukung Anies Jadi Capres 2024

Baca Artikel Asli