MerahPutih.com - Pemkot Solo mendapatkan sanksi dari Kemen Ling Hidup (LH) karena mengelola sampah dengan Open Dumping PLTSa Putri Cempo.
Dengan kondisi itu, Pemkot Solo menjalin kerjasama dengan sister city Kota Xi’an, China. Salah satu kerjasama tersebut, Pemkot Solo meminta pengelolaan sampah di PLTSa.
Wakil Presiden Eksekutif Asosiasi Rakyat Xi’an Untuk Persahabatan dengan Negara Asing, Rui Zhang, mengatakan kerja sama akan menyasar pada pengolahan sampah PLTSa.
"Kita kerjakan antara Solo dan juga Xi'an adalah bagaimana pengolahan sampah ini menjadi PLTSa." ujar Rui, Sabtu (9/5).
Baca juga:
Kerja Sama dengan Danantara, Gubernur Pramono Malah Takut Kekurangan Sampah untuk PLTS
Ia mengatakan, PLTSa di Xi'an sendiri sudah menjadi hal yang biasa sehingga Xi'an bisa membantu Solo dalam pembangkit listrik tenaga sampah.
Rui menyebut, kerja sama antara Solo dan juga Xi'an telah berlangsung sejak 2009. Ia meyakini kunjungan ini dapat mempererat persahabatan antara kedua kota.
“Kami juga berharap bahwa follow up ini juga membawa rombongan dari Xi'an bisa membawa dampak baik kepada masyarakat Solo dan Xi'an. Kerja sama ini akan menjadi baik lagi untuk kedua belah pihak, baik kota maupun masyarakatnya,” terangnya.
Xi'an China, kata dia, adalah kota sejarah dan budaya seperti halnya di Solo yang juga memiliki banyak jejak peninggalan.
“Kami welcome juga untuk masyarakat Solo bisa datang ke Xi'an untuk bisa melihat-lihat dan jalan-jalan. Kami menilai Solo merupakan kota yang indah. Sayabberharap dapat kembali berkunjung,” katanya.
Turut hadir Direktur Pusat Kota Persahabatan Internasional Xi’an, Qi Shi serta Kepala Divisi Pengelolaan Sampah Domestik Biro Manajemen Perkotaan dan Penegakan Hukum Komprehensif Xi’an, Peng Lai.
Wali Kota Solo, Respati Ardi, mengatakan kunjungan ini membahas perihal Traditional Chinese Medicine (TCM) atau pengobatan tradisional Tiongkok yang akan diajarkan ke warga Solo untuk pengoptimalan Wellness City.
Selain itu, kerja sama juga meliputi rencana pelatihan sekolah vokasi dan Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) perkembangan kendaraan listrik.
“Jadi akan ada pelatihan sekolah vokasi, terkait perkembangan EV industry (kendaraan listrik). Karena tadi melihat mulai banyak kendaraan listrik di sini, jadi perlu ada pendidikan vokasi khusus di bidang kendaraan listrik,” paparnya.