Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Dunia

Pemerintah Kerahkan Tentara untuk Musnahkan Ribuan Ayam

Zulfikar Sy - Minggu, 20 Agustus 2017

MerahPutih.com - Pemerintah Filipina mengerahkan lebih banyak tentara untuk memusnahkan ribuan ayam per hari setelah kementerian pertanian memastikan penyebaran flu burung ke provinsi kedua di utara Ibu Kota Manila.

Juru Bicara Militer Letnan Kolonel Isagani Nato dalam sebuah pernyataan menyatakan lebih dari 100 tentara dikirim pada Sabtu ke Kota Jaen dan San Isidro di Provinsi Nueva Ecija setelah dua penderita flu unggas terlacak di burung puyuh.

Penularan baru flu unggas itu terjadi di sekitar 50 km dari wabah awal di daerah rawa Pampanga, tempat perlindungan bagi burung berpindah dari Tiongkok.

Pihak berwenang belum menentukan penyebab wabah flu unggas itu atau turunan tepatnya dengan percobaan dilakukan di Australia.

Tidak ada penularan pada manusia dalam wabah tersebut dan uji awal menyingkirkan turunan H5N1 yang sangat menular.

Nato mengatakan bahwa pengiriman pasukan di Nueva Ecija dilakukan setelah permintaan bantuan dari Biro Industri Hewan di Departemen Pertanian setelah mengkonfirmasikan insiden baru wabah flu burung.

Dia mengatakan tentara sekarang menjalani pelatihan tentang bagaimana melakukan pekerjaan mereka dalam memusnahkan unggas.

Sekitar 300 tentara yang dikirim ke Pampanga pada Kamis memusnahkan hampir 30.000 ayam dari sebuah peternakan dalam radius satu kilometer dari wabah flu burung yang pertama.

Kementerian pertanian mengatakan sekitar 600 ribu ekor ayam di sekitar 36 peternakan di Pampanga akan dimusnahkan. Ia tidak mengatakan berapa banyak yang akan dimusnahkan di provinsi kedua itu.

Pengerahan pasukan dilakukan sebagaj bagian dari usaha untuk mengendalikan wabah flu burung pertama di negara Asia Tenggara itu.

Tidak ada kasus penularan pada manusia setelah flu burung terdeteksi di sebuah peternakan di provinsi Pampanga, sekitar 75 km sebelah utara ibu kota Manila, namun telah menyebar ke sekitar 36 peternakan lainnya dan hampir 40 ribu unggas telah mati. (*)

Sumber: ANTARA

Baca Artikel Asli