Pemerintah Kerahkan Tentara untuk Musnahkan Ribuan Ayam

Zulfikar SyZulfikar Sy - Minggu, 20 Agustus 2017
Pemerintah Kerahkan Tentara untuk Musnahkan Ribuan Ayam

Armoured Personnel Carrier (APC) yang parkir di dekat lokasi pertemuan Menteri Luar Negeri ASEAN ke-50 di kota Pasay, metro Manila, Filipina, Jumat (4/8). (ANTARA FOTO/REUTERS/Romeo Ranoco)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Pemerintah Filipina mengerahkan lebih banyak tentara untuk memusnahkan ribuan ayam per hari setelah kementerian pertanian memastikan penyebaran flu burung ke provinsi kedua di utara Ibu Kota Manila.

Juru Bicara Militer Letnan Kolonel Isagani Nato dalam sebuah pernyataan menyatakan lebih dari 100 tentara dikirim pada Sabtu ke Kota Jaen dan San Isidro di Provinsi Nueva Ecija setelah dua penderita flu unggas terlacak di burung puyuh.

Penularan baru flu unggas itu terjadi di sekitar 50 km dari wabah awal di daerah rawa Pampanga, tempat perlindungan bagi burung berpindah dari Tiongkok.

Pihak berwenang belum menentukan penyebab wabah flu unggas itu atau turunan tepatnya dengan percobaan dilakukan di Australia.

Tidak ada penularan pada manusia dalam wabah tersebut dan uji awal menyingkirkan turunan H5N1 yang sangat menular.

Nato mengatakan bahwa pengiriman pasukan di Nueva Ecija dilakukan setelah permintaan bantuan dari Biro Industri Hewan di Departemen Pertanian setelah mengkonfirmasikan insiden baru wabah flu burung.

Dia mengatakan tentara sekarang menjalani pelatihan tentang bagaimana melakukan pekerjaan mereka dalam memusnahkan unggas.

Sekitar 300 tentara yang dikirim ke Pampanga pada Kamis memusnahkan hampir 30.000 ayam dari sebuah peternakan dalam radius satu kilometer dari wabah flu burung yang pertama.

Kementerian pertanian mengatakan sekitar 600 ribu ekor ayam di sekitar 36 peternakan di Pampanga akan dimusnahkan. Ia tidak mengatakan berapa banyak yang akan dimusnahkan di provinsi kedua itu.

Pengerahan pasukan dilakukan sebagaj bagian dari usaha untuk mengendalikan wabah flu burung pertama di negara Asia Tenggara itu.

Tidak ada kasus penularan pada manusia setelah flu burung terdeteksi di sebuah peternakan di provinsi Pampanga, sekitar 75 km sebelah utara ibu kota Manila, namun telah menyebar ke sekitar 36 peternakan lainnya dan hampir 40 ribu unggas telah mati. (*)

Sumber: ANTARA

#Filipina #Flu Burung
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan
Follow Me

Berita Terkait

Dunia
Badai Muson Habagat Landa Filipina, 8 Orang Tewas dan 486 Ribu Orang Terdampak
setidaknya 124 ribu keluarga atau 486 ribu orang terdampak bencana akibat hujan lebat dan banjir di sejumlah wilayah Filipina hingga Minggu pukul 18:00 waktu setempat.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 10 Agustus 2026
Badai Muson Habagat Landa Filipina, 8 Orang Tewas dan 486 Ribu Orang Terdampak
Dunia
Antisipasi Gagal, Selandia Baru di Ambang Bencana Besar Wabah Flu Burung H5N1
Kasus pertama flu burung H5N1 terdeteksi di Selandia Baru. Para ahli memperingatkan ancaman endemik pada satwa liar langka.
Wisnu Cipto - Kamis, 16 Juli 2026
Antisipasi Gagal, Selandia Baru di Ambang Bencana Besar Wabah Flu Burung H5N1
Dunia
Burung Migrasi di Semenanjung Fleurieu Positif Virus H5, Australia Waspada Penuh
Australia kini meningkatkan koordinasi antarwilayah untuk mencegah penyebaran lebih luas virus flu burung lewat jalur migrasi burung
Wisnu Cipto - Rabu, 24 Juni 2026
Burung Migrasi di Semenanjung Fleurieu Positif Virus H5, Australia Waspada Penuh
Dunia
Beijing Tersinggung, Menhan Filipina dan Keluarganya Diblacklist Masuk China Termasuk Hong Kong
China melarang Gilberto Teodoro Jr, istri, dan anaknya memasuki wilayah China daratan, Hong Kong, maupun Makau.
Wisnu Cipto - Jumat, 12 Juni 2026
Beijing Tersinggung, Menhan Filipina dan Keluarganya Diblacklist Masuk China Termasuk Hong Kong
Dunia
21 Orang Tewas Akibat Bangunan Ambruk di Filipina
Pemerintah kota tengah menyelidiki penyebab insiden tersebut, kata para pejabat.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 03 Juni 2026
21 Orang Tewas Akibat Bangunan Ambruk di Filipina
Indonesia
Para Pimpinan ASEAN Berkumpul di Cebu Filipina
Filipina akan mendorong pembahasan terkait ketahanan energi di tengah krisis pasokan minyak global akibat konflik di Timur Tengah.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 07 Mei 2026
Para Pimpinan ASEAN Berkumpul di Cebu Filipina
Indonesia
Terbang ke Filipina Ikuti KTT, Presiden Prabowo Buka Peluang Kerja Sama Industri Nikel dengan Negara Asia Tenggara
Presiden Prabowo dijadwalkan menghadiri forum strategis untuk memperkuat konektivitas dan kerja sama ekonomi subkawasan ASEAN.
Dwi Astarini - Kamis, 07 Mei 2026
Terbang ke Filipina Ikuti KTT, Presiden Prabowo Buka Peluang Kerja Sama Industri Nikel dengan Negara Asia Tenggara
Dunia
Sengketa Kepulauan Spratly Memanas, Patroli Filipina Usir 4 Kapal China
Kepulauan Spratly merupakan salah satu titik panas sengketa maritim di kawasan Asia Tenggara, yang diperebutkan Filipina, China, Vietnam, Malaysia, hingga Brunei
Wisnu Cipto - Senin, 04 Mei 2026
Sengketa Kepulauan Spratly Memanas, Patroli Filipina Usir 4 Kapal China
Dunia
Gunung Mayon di Filipina Meletus, Abu Vulkanis Ganggu Lalu Lintas
Lontaran material vulkanis tersebut diidentifikasi sebagai arus piroklastik (pyroclastic density current/PDC) yang dipicu runtuhan aliran lava.
Dwi Astarini - Minggu, 03 Mei 2026
Gunung Mayon di Filipina Meletus, Abu Vulkanis Ganggu Lalu Lintas
Dunia
Gunung Mayon di Filipina Meletus, Ribuan Orang Dievakuasi
Lembaga vulkanologi setempat menetapkan Status Siaga Level 3 dalam skala lima tingkat.
Dwi Astarini - Minggu, 03 Mei 2026
   Gunung Mayon di Filipina Meletus, Ribuan Orang Dievakuasi
Bagikan