MerahPutih.com - Kementerian Kehakiman Amerika Serikat (AS) menyatakan telah menangkap seorang pejabat dari negara bagian New Mexico yang berjanji akan ke Washington membawa senjata api untuk memprotes pelantikan Presiden Terpilih Joe Biden.
Pria bernama Cuoy Griffin, komisioner di sebuah county di New Mexico juga pendiri kelompok "Cowboys for Trump", ditangkap di Washington atas tuduhan terkait dengan penyerangan Gedung Capitol pada 6 Januari lalu. Informasi ini merujuk dokumen yang diunggah di situs Kementerian Kehakiman.
Baca Juga
Griffin merupakan satu dari ribuan orang massa aksi yang menyerbu Gedung Capitol sebagai upaya mereka menghentikan Kongres mengesahkan kemenangan Biden atas Presiden Donald Trump dalam pemilu 3 November 2020, menurut dokumen dakwaan.
Dalam aksi itu, Griffin berdiri di tangga, meskipun tidak terlihat memasuki gedung. Otoritas menyebut Griffin kembali ke New Mexico usai kejadian serbuan massa Trump ke Gedung Capitol yang menewaskan 5 orang itu.
Pada sebuah rapat 14 Januari dikutip dari reuters, Senin (18/1), Griffin kembali menegaskan berencana akan kembali lagi ke ibu kota dengan membawa senapan dan revolver untuk memprotes pelantikan Biden, Rabu (20/1) ini.
Baca Juga:
10.000 Garda Nasional Amankan Pelantikan Biden, Dilengkapi Senjata Api
Namun, belum diketahui apakah Griffin tengah membawa senjata api ketika ia ditangkap dilansir Antara, Senin (18/1). Sejauh ini, pejabat negara bagian New Mexico itu didakwa karena secara sengaja masuk atau berada di dalam gedung atau di area terbatas tanpa izin otoritas.
Untuk diketahui, Presiden AS terpilih Joe Biden akan resmi dilantik menggantikan Donald Trump pada 20 Januari mendatang. Trump sendiri memastikan tidak berencana untuk menghadiri upacara pelantikan pesaingnya dalam Pilpres AS lalu itu.
Adapun sejak pekan lalu sekitar 10.000 pasukan Garda Nasional Amerika Serikat siap dikerahkan ke Washington D.C. untuk mengamankan pelantikan Joe Biden sebagai presiden pada 20 Januari. Pasukan akan dilengkapi dengan senjata api.
Keputusan itu dibuat Sekretaris Angkatan Darat AS, Ryan McCarthy, setelah Biro Investigasi Federal AS (FBI) memperingatkan kemungkinan adanya unjuk rasa yang dilakukan oleh massa bersenjata di Washington jelang dan selama pelantikan presiden. (*)
Baca Juga:
Duet Trump Janji Hormati Sejarah AS Jamin Pelantikan Biden Aman