Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Indonesia

PBB Diminta Tak Tutup Mata Pembunuhan Ayatollah Ali Khamenei, Pemerintah Segera Bersikap Tegas

Angga Yudha Pratama - Selasa, 03 Maret 2026

Merahputih.com - Anggota Komisi I DPR RI, Oleh Soleh, mengecam keras aksi pembunuhan Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, yang diduga dilakukan oleh Israel dan Amerika Serikat.

Legislator dari Fraksi PKB tersebut menegaskan bahwa tindakan brutal ini merupakan pelanggaran berat terhadap hukum internasional serta kedaulatan negara, sehingga komunitas internasional wajib menjatuhkan sanksi tegas kepada kedua negara tersebut.

Baca juga:

Sepak Terjang Ayatollah Ali Khamenei 38 Tahun Pimpin Iran, Gugur di Ujung Rudal

Pelanggaran Berat Kedaulatan Negara

Oleh Soleh menilai pembunuhan terhadap otoritas tertinggi sebuah negara merupakan preseden buruk yang tidak dapat dibenarkan dalam kondisi apa pun. Menurutnya, serangan ini bukan hanya menargetkan individu, melainkan harga diri sebuah bangsa yang berdaulat.

“Pembunuhan terhadap pemimpin sebuah negara adalah bentuk pelanggaran serius terhadap hukum internasional. Ini bukan hanya serangan terhadap individu, tetapi juga terhadap kedaulatan sebuah negara,” ujar Oleh Soleh dalam keterangan tertulisnya, Selasa (3/3).

Ia juga mendesak Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk tidak menutup mata. Mengingat Iran adalah anggota sah PBB, maka hak-hak dan kedaulatannya wajib dilindungi oleh konvensi internasional yang berlaku.

Desakan Sanksi dan Peran Indonesia

Lebih lanjut, politisi senior ini menyoroti rekam jejak Israel dan Amerika Serikat yang dinilai sering lolos dari konsekuensi hukum atas dugaan kejahatan perang. Ia khawatir jika dunia tetap diam, tatanan global akan mengalami kerusakan permanen akibat eskalasi konflik yang terus dipicu oleh tindakan sepihak.

Baca juga:

Ali Khamenei dan Petinggi Meninggal, Menlu Iran Tegaskan Kemampuan Militer Tidak Berubah

“Dunia internasional tidak boleh terus menerus membiarkan praktik-praktik yang melanggar hukum internasional terjadi tanpa konsekuensi. Jika dibiarkan, maka tatanan global akan semakin rusak,” tegasnya.

Oleh Soleh pun meminta Pemerintah Indonesia untuk segera mengambil posisi di garda terdepan dalam forum-forum internasional guna menyuarakan pemberian sanksi.

Ia menekankan bahwa penyerangan ini telah mencederai semangat Board of Peace (BoP) yang seharusnya menjadi landasan perdamaian dunia, bukan justru menjadi pembenaran atas tindakan agresi militer.

Baca Artikel Asli