Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Indonesia

Pandemi Corona, Gereja Minta Umat Pakai Masker dan Menyanyi Dalam Hati

Angga Yudha Pratama - Sabtu, 20 Juni 2020

Merahputih.com - Ketua Umum Majelis Sinode Gereja Protestan di Indonesia bagian Barat (GPIB) Pdt. Paulus Kariso Rumambi mengajak jemaat gereja untuk mematuhi protokol kesehatan selama beribadah, salah satunya dengan menggunakan masker.

“Selama peribadahan seluruh jemaat menggunakan masker. Kami juga mengimbau agar ketika memuji Tuhan tetap menggunakan masker,” ujarnya dalam keteranganya (19/6).

Baca Juga:

Hasil Rapid Test Negatif Bukan Jaminan Orang Bebas COVID-19

“Bila perlu untuk menjaga keamanan, menyanyi dalam hati. Ada song leader yang menyanyi dengan face shield. Jemaah baiknya menyanyi setengah suara atau dalam hati,” sambungnya.

Sejak awal Juni 2020, GPIB sudah mengeluarkan panduan untuk seluruh gereja di 26 Provinsi, termasuk pelosok pedalaman. Sebab, ada lebih kurang 300 cabang induk di daerah pedalaman.

“Selama Juni, mereka mempelajari panduan kami. Kami akan memulai ibadah di bulan Juli. Tapi harus memenuhi syarat utama yaitu surat keterangan rumah ibdah aman covid dari gugus tugas daerah,” terangnya.

Arsip Foto - Petugas PMI melakukan penyemprotan cairan disinfektan di GPIB Immanuel, Depok, Jawa Barat, Selasa (17/3/2020). ANTARA FOTO/Asprilla Dwi Adha/nz (ANTARA FOTO/ASPRILLA DWI ADHA)
Arsip Foto - Petugas PMI melakukan penyemprotan cairan disinfektan di GPIB Immanuel, Depok, Jawa Barat, Selasa (17/3/2020). ANTARA FOTO/Asprilla Dwi Adha/nz (ANTARA FOTO/ASPRILLA DWI ADHA)

Protokol kesehatan yang harus dijalani jemaah saat beribadah di gereja, kata Pdt Paulus Kariso antara lain berupa pemeriksaan suhu tubuh, pemberian masker jika tidak menggunakan, mencuci tangan dengan sabun atau hand sanitizer, pengambilan nomor untuk masuk ruang ibadah, serta pengisian buku kehadiran ibadah.

Setalah itu, jemaat baru akan diarahkan petugas sesuai nomor kursinya. “Saat memasuki gereja, mereka sudah memakai masker,” tegasnya.

Pdt Paulus Kariso menambahkan, ada sejumlah tahapan dalam pelakasanaan ibadah di gereja saat pandemi. Pertama, sosialisasi yang berlangsung selama dua minggu pertama di bulan Juni.

Baca Juga:

KLB Corona, KPU Solo Batal Lantik 162 Anggota PPS Pilwalkot

Sosialisasi ini dihadiri para pemimpin umat, baik anggota majelis maupun pengurus komisi. Tahap selanjutnya adalah adaptasi. Tahapan ini berlangsung selama kurang lebih empat minggu. Dalam tahap ini, pelaksanaan ibadah di gereja hanya diikut maksimal 25% dari total kapasitas gedung.

Jemaat juga diharuskan tetap menjaga jarak sekitar 1,5m. Terakhir, tahap pemantapan. Dalam tahap ini, peribadahan sudah bisa diikuti 50% total kapasitas gereja. Namun, hal itu juga harus menyesuaikan dengan status zona di wilayahnya. (Knu)

Baca Artikel Asli