Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Hiburan & Gaya Hidup

Orang Tua Jangan Asal Janji kepada Anak, 3 Hal Ini Perlu Diperhatikan

Frengky Aruan - Jumat, 21 Juni 2024

MerahPutih.com - Ada tiga trik untuk orang tua baru jika menjanjikan sesuatu kepada anaknya. Panduan ini sangat sederhana sehingga janji-janji yang disampaikan orang tua membuat bonding kepercayaan dengan anak terbangun secara sehat.

Psikolog anak Astrid Wen mengatakan bahwa janji adalah kepercayaan. Dan kepercayaan itu kata Astrid sebagai pondasi utama yang harus dibangun di dalam perkembangan emosi dan sosial anak.

Ia menghimbau orang tua untuk sanggup memenuhi janji-janji yang mereka ucapkan ke anak. Pasalnya mengingkari janji berulang akan menyerupai pola interaksi. Dan pola interaksi ini akan menetap. Dalam waktu berulang maka dampaknya terhadap pembentukan karakter anak.

”Jadi dari interaksi, pola interaksi dan akhirnya jadi karakter,” katanya via telepon, Kamis (20/6).

Baca juga:

Mitos, Kecerdasan Anak karena Faktor Genetik Ibu

Astrid pun menegaskan bahwa orang tau dan lingkungan terdekatnya menjadi role model bagi anak dalam kehidupan.

”Jadi benar bahwa dimulai dari orang tua dulu, orang yang ada di dalam rumah ya. Mungkin kita mulai dulu, kalau tidak menepati janji, anak pun mencontohkannya,” katanya.

Berikut ini beberapa hal yang bisa diperhatikan orang tua sebelum menjanjikan sesuatu:

1. Tidak Paksa Kemampuan Diri Sendiri

Orang tua harus bisa mengetahui sebatas mana kemampuan untuk memenuhi suatu janji. Sehingga tidak kesulitan untuk membuat janji dan memenuhinya.

Kadang memang ada kondisi yang memaksa untuk membuat janji tertentu kepada anak. Namun Astrid menyarankan untuk lebih baik tidak membuat janji tersebut.

"Kalau memang kita gak bisa janjI, jangan janji. Jadi gak apa-apa anak kecewa dan menangis tapi kita benar. Memang gak bisa janjikan sesuatu," katanya.

Baca juga:

Orang Tua Jangan Pegang Gawai ya saat Bermain dengan Anak

2. Janji Disertai Waktu yang Spesifik

Orang tau yang membuat janji mesti menyertakan waktu spesifiknya. Hal ini membantu anak mendapatkan kepastian, dan anak tidak mengalami kecemasan yang tidak perlu.

"Jangan bilang nanti-nanti, nanti itu sesuatu yang sangat sulit diukur oleh anak. Nanti itu kapan, nanti semenit lagi, nanti besok, nanti seumur hidup jadi nanti, nanti itu kapan? Itu tidak berkesudahan, kecemasan menurunnya. Lebih baik beri waktu yang spesifik,” katanya.

3. Janji Disertai Informasi yang Jelas

Ketika orang tua menyampaikan janji kepada anak, sampaikan dengan informasi yang lengkap termasuk ketentuan dan syarat berlaku. Informasi janji yang lengkap ini membantu anak mengetahui perubahan-perubahan yang berlaku agar janji tersebut terwujud atau batal.

“Jelaskan term and condition-nya disebut. Jadi spesifik term and condition. Harus jelas aturannya kalau memang ada aturannya. Supaya anak-anak tidak merasa di tarik ulur, atau perubahan-perubahan term-nya. Jangan mengubah janji karena sesuatu yang belum diomongkan di depan,” katanya. (Tka)

Baca Artikel Asli