Operasi Pekat Surabaya: 165 Pelaku Kejahatan Diringkus
Senin, 05 Juni 2017 -
Hanya dalam kurun waktu 12 hari selama bulan Ramadan, jajaran Polrestabes Surabaya berhasil berhasil mengungkap 75 kasus dalam Operasi Penyakit Masyarakat (Pekat Semeru) 2017. Dari jumlah kasus tersebut, 165 pelaku kejahatan berhasil ditangkap hidup-hidup.
"Dari 165 pelaku, belasan di antaranya terpaksa harus ditembak kakinya karena berusaha kabur saat penangkapan. Dan rata-rata adalah pelaku kejahatan jalanan," Kapolrestabes Surabaya Kombes (Pol) Muhammad Iqbal, Minggu (4/6).
Kombes M Iqbal menerangkan, angka kejahatan jalanan di Surabaya sebenarnya sudah menurun. Tetapi, dirinya tidak menampik jika kejahatan jalanan masih meresahkan warga Surabaya. Sejauh ini para pelaku tidak segan-segan melukai korbannya, bahkan nekat membunuh korbannya.
Oleh sebab itu, pihaknya akan tetap menginstruksikan pada jajaran agar anggota wajib mengungkap kasus kejahatan jalanan sampai ke akar-akarnya.
"Modus mepet korban, kemudian melukai dan merampas motornya, itu masih menjadi teror bagi warga. Makanya harus kita tindak tegas. Tembak jika melawan," lanjutnya.
Sementara, dari 75 kasus yang diungkap tersebut, polisi juga menyita berbagai barang bukti hasil atau pun alat kejahatan, seperti pisau, senjata softgun dan lain lain.
Berita ini merupakan laporan dari Budi Lentera, kontributor merahputih.com untuk wilayah Surabaya dan sekitarnya. Baca juga berita lainnya di: Penjudi Online Beromzet Rp50 Juta Per Hari Diringkus