Operasi Pekat Surabaya: 165 Pelaku Kejahatan Diringkus
Rilis Operasi Penyakit Masyarakat (Pekat Semeru) 2017 di Surabaya. (MP/Budi Lentera)
Hanya dalam kurun waktu 12 hari selama bulan Ramadan, jajaran Polrestabes Surabaya berhasil berhasil mengungkap 75 kasus dalam Operasi Penyakit Masyarakat (Pekat Semeru) 2017. Dari jumlah kasus tersebut, 165 pelaku kejahatan berhasil ditangkap hidup-hidup.
"Dari 165 pelaku, belasan di antaranya terpaksa harus ditembak kakinya karena berusaha kabur saat penangkapan. Dan rata-rata adalah pelaku kejahatan jalanan," Kapolrestabes Surabaya Kombes (Pol) Muhammad Iqbal, Minggu (4/6).
Kombes M Iqbal menerangkan, angka kejahatan jalanan di Surabaya sebenarnya sudah menurun. Tetapi, dirinya tidak menampik jika kejahatan jalanan masih meresahkan warga Surabaya. Sejauh ini para pelaku tidak segan-segan melukai korbannya, bahkan nekat membunuh korbannya.
Oleh sebab itu, pihaknya akan tetap menginstruksikan pada jajaran agar anggota wajib mengungkap kasus kejahatan jalanan sampai ke akar-akarnya.
"Modus mepet korban, kemudian melukai dan merampas motornya, itu masih menjadi teror bagi warga. Makanya harus kita tindak tegas. Tembak jika melawan," lanjutnya.
Sementara, dari 75 kasus yang diungkap tersebut, polisi juga menyita berbagai barang bukti hasil atau pun alat kejahatan, seperti pisau, senjata softgun dan lain lain.
Berita ini merupakan laporan dari Budi Lentera, kontributor merahputih.com untuk wilayah Surabaya dan sekitarnya. Baca juga berita lainnya di: Penjudi Online Beromzet Rp50 Juta Per Hari Diringkus
Bagikan
Berita Terkait
BMKG Minta Masyarakat Jawa Timur Waspada Bencana Hidrometeorologi Dampak Cuaca Ekstrem hingga 30 Januari
Legislator Gerindra Apresiasi Putusan Majelis Hakim PN Situbondo dalam Perkara Kakek Masir
Arahan Gubernur Khofifah, BPBD Jatim Perpanjang Operasi Modifikasi Cuaca hingga Akhir Januari
Gunung Semeru 4 Kali Erupsi hingga Minggu Sore, Tinggi Letusan sampai 1 Km
Gunung Semeru 8 Kali Erupsi Selasa Dini Hari sampai Pagi, Tinggi Letusan hingga 1 Km
Bupati Lumajang Perpanjang Status Tanggap Darurat Erupsi Gunung Semeru hingga 2 Desember
Demi Keselamatan Pendaki, Jalur Pendakian Gunung Arjuno dan Welirang Ditutup Sementara
Pertalite Bikin Banyak Motor Mogok di Jatim, DPR Tegur Pertamina: Jangan Cuma Bilang "Hasil Uji Baik”
BMKG Ingatkan Potensi Cuaca Ekstrem di Jawa Timur 20-29 Oktober, Bisa Akibatkan Bencana Hidrometeorologi
Dorong Penataan Pembangunan Pesantren, Pemerintah Jangkau Pihak Swasta