Pertalite Bikin Banyak Motor Mogok di Jatim, DPR Tegur Pertamina: Jangan Cuma Bilang "Hasil Uji Baik”
Ilustrasi jenis BBM yang tersedia di SPBU. ANTARA/HO-Pertamina
MerahPutih.com - Kasus BBM Pertalite yang diduga bermasalah kembali mencuat setelah sejumlah pengendara motor di Jawa Timur mengeluhkan mesin brebet hingga mogok usai mengisi bahan bakar. Menanggapi hal itu, Anggota Komisi XII DPR RI, Ratna Juwita Sari, menegur keras PT Pertamina atas lemahnya pengawasan mutu dan distribusi BBM bersubsidi tersebut.
Ratna menilai, peristiwa ini bukan kasus baru, melainkan menunjukkan lemahnya sistem pengawasan distribusi dan kontrol kualitas di lapangan.
“Kasus seperti ini berulang, dan selalu masyarakat yang jadi korban. Pertamina tidak cukup hanya mengatakan ‘hasil uji baik’, tetapi harus membuktikannya dengan transparansi data, audit eksternal, dan pengawasan ketat di seluruh rantai distribusi,” tegas legislator asal Jawa Timur itu di Jakarta, Jumat (31/10).
Baca juga:
Ia juga mendesak Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) agar bertindak tegas dan tidak ragu menjatuhkan sanksi terhadap pihak yang terbukti lalai dalam menjaga kualitas BBM.
“ESDM punya kewenangan penuh sebagai regulator. Tapi kalau penegakan di lapangan lemah dan lambat, kepercayaan publik terhadap negara ikut menurun. Ini bukan sekadar urusan teknis, tapi juga soal tanggung jawab terhadap rakyat,” ujarnya.
Menurut Ratna, insiden seperti ini memperlihatkan rendahnya akuntabilitas pengawasan, baik di tingkat operator SPBU maupun sistem logistik BBM secara keseluruhan. Ia meminta dilakukan audit mutu menyeluruh dan pelaporan hasil uji publik secara berkala.
“Kalau mutu BBM turun karena kesalahan penyimpanan atau rantai distribusi yang buruk, tetap harus ada yang bertanggung jawab. Jangan berlindung di balik hasil uji sementara,” tegasnya.
Ratna juga menyoroti pentingnya upaya membangun kembali kepercayaan publik terhadap Pertamina.
“Pertamina harus membuka hasil uji mutu secara berkala dan memastikan masyarakat tahu bahwa produk yang mereka beli sesuai spesifikasi. Kita tidak ingin subsidi energi yang menelan triliunan rupiah justru menjadi beban ganda, keuangan negara dan kepercayaan publik,” katanya.
Baca juga:
Motor Brebet Setelah Diisi Pertalite, Pertamina Harus Tanggung Biaya Perbaikan
Sebelumnya, sejumlah pengendara di wilayah Tuban hingga Surabaya melaporkan motor mereka brebet dan mogok setelah mengisi Pertalite. Berdasarkan hasil uji awal Pertamina dan Ditjen Migas, tidak ditemukan kandungan air dalam sampel BBM dari dua SPBU yang diperiksa.
Namun, sejumlah ahli menduga, penurunan mutu bisa terjadi akibat proses oksidasi atau penyimpanan yang tidak sesuai standar—terutama jika tangki penampung SPBU terpapar panas dan udara dalam waktu lama. (Pon)
Bagikan
Ponco Sulaksono
Berita Terkait
DPR Desak BMKG Lakukan Pembenahan Total untuk Kirim Peringatan Dini Sampai ke Pelosok
DPR Minta Riset Kebencanaan Harus 'Membumi', Kesiapsiagaan Bencana Melalui Pendidikan dan Riset
Pertamina Optimalkan Moda Suplai Darurat, Canting dan SPBU Mobile Jadi Pahlawan Warga Terdampak Banjir
Gunung Semeru 4 Kali Erupsi hingga Minggu Sore, Tinggi Letusan sampai 1 Km
DPR Sentil Kemenhut Soal Loyonya Penegakan Hukum Kehutanan, Taubat Ekologi Bisa Jadi Solusi
Pemerintah Didesak Bentuk BRR Ad Hoc untuk Pemulihan Cepat Pasca Bencana Sumatera
Ketua DPR Puan Maharani Sampaikan Refleksi Akhir Tahun 2025
DPR Serukan 'Taubat Ekologi' ke Menhut Raja Juli Sebagai Refleksi Kerusakan Lingkungan
DPR Minta Bapeten Berada Langsung di Bawah KLH untuk Perkuat Pengawasan Bahan Radioaktif
Pemulihan Infrastruktur Dasar Jadi Penentu Keselamatan Warga Terdampak Bencana Sumatra