MerahPutih.com - Nilai tukar (kurs) rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Selasa, turun dipengaruhi kenaikan imbal hasil obligasi AS.
Pada awal perdagangan Selasa pagi, rupiah dibuka melemah 49 poin atau 0,30 persen menjadi Rp 16.370 per USD dari sebelumnya sebesar Rp 16.321 per USD.
"Rupiah diperkirakan akan melemah terhadap dolar AS yang menguat dan imbal hasil obligasi AS yang naik," kata analis mata uang Lukman Leong, di Jakarta, dikutip Antara, Selasa (2/7).
Lukman menuturkan obligasi AS sempat mencapai 4,493 persen semalam yang merupakan tertinggi dalam hampir sebulan. Namun, lanjut dia, sekarang obligasi AS sedikit terkoreksi turun ke 4,447 persen.
Baca juga:
Rupiah Melemah Rp 1 per USD, Biaya Pengadaan BBM Naik Rp 150 Per Liter
Menurut Lukman, investor juga masih berhati-hati mengantisipasi pidato Ketua Bank Sentral AS atau The Fed Jerome Powell, malam ini.
Seperti pidato-pidato sebelumnya, Powell diharapkan akan kembali mengulangi tingkat suku bunga sekarang masih sesuai dan inflasi masih terlalu tinggi.
Lebih jauh, Lukman memperkirakan rupiah bergerak di rentang Rp16.300 per dolar AS sampai dengan Rp16.450 per dolar AS. (*)