Negara Rugi Rp 4 T, Menkeu Purbaya Mau Gerebek Perusahaan Baja China Curangi PPN

Jumat, 09 Januari 2026 - Wisnu Cipto

MerahPutih.com - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa mengungkap adanya perusahaan baja asal China yang beroperasi di Indonesia diduga kerap nakal menghindari pembayaran pajak pertambahan nilai (PPN).

Namun, Purbaya masih enggan membuka nama perusahaan baja asal China itu ke publik. Alasannya, Menkeu berencana akan menggerebek langsung aksi nakal perusahaan asing itu.

“Ada perusahaan baja China loh, operasinya di sini. Namanya mungkin seperti mereka beli KTP, tapi dia nggak bayar PPN. Tadinya mau digerebek, tapi nanti kita lihat saatnya,” kata Menkeu, kepada media, dikutip Jumat (9/1).

Baca juga:

IHSG Tembus 9.000 Saat Bursa Asia Kejang-Kejang, Purbaya Sebut Investor Mulai 'Jatuh Cinta' Lagi ke Indonesia

Menurut Purbaya, aksi nakal perusahaan itu ditaksir memicu kerugian negara hingga Rp 4 triliun per tahun. Modusnya, perusahaan tersebut menjual barang secara tunai (cash basis) langsung ke pembeli tanpa membayar PPN.

“Pengusahanya dari China, punya perusahaan di sini, orang China semua, enggak bisa bahasa Indonesia. Jual langsung ke klien cash basis. Nggak bayar PPN. Saya rugi banyak itu. Nanti akan kita tindak dengan cepat,” tuturnya, dilansir Antara.

Lebih jauh, Menkeu Purbaya juga mengkritisi Direktorat Jenderal Bea Cukai (DJBC) dan Direktorat Jenderal Pajak (DJP) yang dinilai belum mendeteksi praktik tersebut.

Baca juga:

PKB Dukung Menteri Purbaya Terapkan Bea Keluar Ekspor Batu Bara

“Saya heran ada perusahaan yang semi liar gitu, yang perusahaan dari asing, full asing, bisa beroperasi di sini. Sementara orang pajak selama ini seperti agak tutup mata,” tandas orang nomor satu di Kemenkeu itu. (*)

Bagikan

Baca Original Artikel
Bagikan