MerahPutih.com - Forum tertinggi dalam Nahdlatul Ulama yakni Muktamar ke-35 digelar pada 27-31 Agustus 2026 di Jombang, Jawa Timur.
Putri sulung Presiden ke-4 RI Abdurrahman Wahid (Gus Dur) Alissa Wahid berharap, Muktamar Nahdlatul Ulama (NU) dapat berlangsung dengan baik dan menghasilkan kepemimpinan yang mampu membawa organisasi ke arah yang lebih baik.
Substansi yang akan dibahas dalam Muktamar NU pada dasarnya telah dipersiapkan, mulai dari hasil Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama dan Konferensi Besar (Konbes) NU di Ploso hingga sejumlah agenda terkait program organisasi ke depan.
Harapan saya bagi Muktamar NU besok adalah proses yang berjalan dengan baik untuk menghasilkan kepemimpinan yang baik. Itu harapan utama saya,
katanya.
Sejumlah agenda substantif telah disiapkan, termasuk rencana peluncuran Peta Jalan NU 2050 serta pembahasan mengenai tata kelola organisasi. Hal yang paling penting dalam Muktamar NU adalah memastikan seluruh proses berjalan secara baik dan demokratis sehingga menghasilkan kepemimpinan yang sesuai dengan harapan warga NU.
Yang tentu kami harapkan adalah proses di muktamar proses yang baik untuk menghasilkan kepemimpinan yang baik. Persoalan-persoalan yang kemarin muncul harus menjadi pelajaran,
katanya.
Menurut dia, menjadikan Gus Dur sekadar jargon tidak lagi relevan. Hal yang jauh lebih penting menjaga dan meneladani pemikiran serta laku Gus Dur.
Bagi saya sudah tidak relevan lagi menggunakan Gus Dur sebagai jargon. Yang paling penting justru teladan dari Gus Dur itu adalah pemikiran dan laku beliau,
katanya.
Nilai-nilai yang pernah diperjuangkan Gus Dur, kata ia, seharusnya diwujudkan dalam tindakan nyata, salah satunya keberanian untuk melawan ketidakadilan dan kezaliman.
Keberpihakan NU terhadap masyarakat kecil juga menjadi salah satu nilai penting yang perlu kembali diperkuat,
tegasnya.