MUI: Memaafkan Orangnya Bukan Berarti Setuju PKI Hidup Kembali

Selasa, 26 September 2017 - Zulfikar Sy

MerahPutih.com - Majelis Ulama Indonesia (MUI) meminta rakyat Indonesia memaafkan orang-orang PKI yang pernah terlibat dalam peristiwa pra dan pasca tragedi 1965.

Hal itu untuk menghindari dendam sejarah berkepanjangan yang tentunya sangat menguras energi bangsa.

Wakil Ketua Umum MUI Zainut Tauhid menjelaskan, dengan memaafkan anggota PKI bukan berarti MUI menyetujui hidupnya PKI kembali.

MUI meyakini komunisme adalah paham ideologi yang bertentangan dengan ideologi Pancasila. Maka MUI tetap mendukung agar Ketetapan MPRS Nomor XXV/MPRS/1966 tentang Pembubaran PKI dan larangan terhadap penyebaran ajaran-ajaran komunisme, leninisme, dan marxisme tetap dipertahankan dan tidak dicabut.

"Kalau kita teruskan, maka dendam sejarah tidak akan berakhir. Memaafkan orangnya tidak berarti kita setuju PKI hidup kembali," kata Zainut Tauhid kepada awak media, Selasa (27/9).

Dia mengatakan dengan memaafkan anggota PKI maka beban sejarah bangsa Indonesia tidak akan terwarisi hingga generasi mendatang. Bangsa Indonesia membuka lembaran baru terkait hubungan yang selama ini terkesan renggang meskipun sesama anak bangsa.

"Pertama peristiwa tersebut sudah berlangsung cukup lama. Para pelakunya sekarang sudah cukup tua, sebagian besar sudah pada meninggal dunia. Sebagian dari mereka sudah menjalani proses hukum, dan sebagian lainnya mengalami perlakuan diskriminatif dari negara. Pertanyaannya apakah hal ini terus dilanjutkan? Ataukah kita akhiri dan kemudian kita membuka lembaran baru," kata dia.

Meski begitu, MUI mengimbau kepada seluruh masyarakat Indonesia agar tetap waspada terhadap semua paham dan ajaran komunisme, leninisme, dan marxisme agar sejarah bangsa Indonesia yang kelam tidak pernah terulang kembali. (Fdi)

Baca juga berita lainnya dalam artikel: Eggi Sudjana: Habib Rizieq Sudah Beri Indikasi Kebangkitan PKI

Bagikan

Baca Original Artikel
Bagikan