MUI: Memaafkan Orangnya Bukan Berarti Setuju PKI Hidup Kembali
Warga nonton bareng (nobar) pemutaran film pengkhianatan G30S/PKI di Lapangan Hiraq Lhokseumawe. (ANTARA FOTO/Rahmad)
MerahPutih.com - Majelis Ulama Indonesia (MUI) meminta rakyat Indonesia memaafkan orang-orang PKI yang pernah terlibat dalam peristiwa pra dan pasca tragedi 1965.
Hal itu untuk menghindari dendam sejarah berkepanjangan yang tentunya sangat menguras energi bangsa.
Wakil Ketua Umum MUI Zainut Tauhid menjelaskan, dengan memaafkan anggota PKI bukan berarti MUI menyetujui hidupnya PKI kembali.
MUI meyakini komunisme adalah paham ideologi yang bertentangan dengan ideologi Pancasila. Maka MUI tetap mendukung agar Ketetapan MPRS Nomor XXV/MPRS/1966 tentang Pembubaran PKI dan larangan terhadap penyebaran ajaran-ajaran komunisme, leninisme, dan marxisme tetap dipertahankan dan tidak dicabut.
"Kalau kita teruskan, maka dendam sejarah tidak akan berakhir. Memaafkan orangnya tidak berarti kita setuju PKI hidup kembali," kata Zainut Tauhid kepada awak media, Selasa (27/9).
Dia mengatakan dengan memaafkan anggota PKI maka beban sejarah bangsa Indonesia tidak akan terwarisi hingga generasi mendatang. Bangsa Indonesia membuka lembaran baru terkait hubungan yang selama ini terkesan renggang meskipun sesama anak bangsa.
"Pertama peristiwa tersebut sudah berlangsung cukup lama. Para pelakunya sekarang sudah cukup tua, sebagian besar sudah pada meninggal dunia. Sebagian dari mereka sudah menjalani proses hukum, dan sebagian lainnya mengalami perlakuan diskriminatif dari negara. Pertanyaannya apakah hal ini terus dilanjutkan? Ataukah kita akhiri dan kemudian kita membuka lembaran baru," kata dia.
Meski begitu, MUI mengimbau kepada seluruh masyarakat Indonesia agar tetap waspada terhadap semua paham dan ajaran komunisme, leninisme, dan marxisme agar sejarah bangsa Indonesia yang kelam tidak pernah terulang kembali. (Fdi)
Baca juga berita lainnya dalam artikel: Eggi Sudjana: Habib Rizieq Sudah Beri Indikasi Kebangkitan PKI
Bagikan
Berita Terkait
Korban Banjir dan Longsor di Sumatra Capai 753 Jiwa, MUI: Mereka Mati Syahid
MUI Minta Umat Islam Gelar Shalat Gaib untuk Korban Longsor dan Banjir di Sumut
DPR RI Khawatir Fatwa MUI Tentang Pajak Daerah Akan Membuat Fiskal Daerah Indonesia Runtuh
MUI Keluarkan Fatwa Soal Pajak, Dirjen Segera Tabayyun Biar Tidak Terjadi Polemik
Roy Suryo Cs Dijadikan Tersangka Kasus Dugaan Hoaks Ijazah Palsu Jokowi, Ketum MUI : Pelajaran agar tak Gampang Caci Maki Orang Lain
MUI Tolak Keikusertaan Tim Israel dalam Kejuaraan Dunia Senam di Jakarta
Insiden Ambruknya Ponpes Al Khoziny, MUI Minta Infrastruktur Bangunan Segera Dicek
MUI Dorong Sanksi Tegas Aksi Gabungan Arab-Islam dan Barat untuk Akhiri Kekejaman Israel di Gaza
Ingatkan Ada Konsekuensi Hukum, MUI Serukan Setop Penjarahan Saat Demo
MUI Ingatkan DPR dan Pejabat Jangan Bicara Yang Bisa Menyinggung Rakyat