MerahPutih.com - PDIP dan Gerindra memilih berkoalisi di Pilwakot Tangerang Selatan dengan mengusung pasangan Muhammad-Rahayu Saraswati Djojohadikusumo.
Pengamat politik Wempy Hadir mengatakan, jika melihat peta partai politik di kota Tangerang Selatan, koalisi PDIP dan Gerindra bisa menjadi kuda hitam terhadap kekuatan incumbent. Dari segi kekuatan partai, koalisi ini mendapatkan dukungan 18 kursi atau setara 32 persen.
Baca Juga
Dibekingi Prabowo, Tak Jaminan Muhammad-Rahayu Saraswati Menangi Pilwakot Tangsel
"Angka ini sudah sangat pas untuk membangun koalisi karena sudah memenuhi ketentuan pencalonan," jelas Wempy kepada MerahPutih.com di Jakarta, Selasa (21/7).
Wempy melanjutkan munculnya figur dari klan Prabowo Subianto bisa menambah bonus elektoral bagi pasangan tersebut. Apalagi tingkat popularitas dan elektabilitas Muhammad yang juga Sekda Tangsel ini tidak terlalu buruk.
"Artinya pasangan ini sudah mempunyai modal popularitas dibandingkan dengan calon yang lain," sebut Wempy.
Ia melihat,awan berat dari pasangan ini adalah jika petahana wakil wali kota Benyamin Davnie yang maju dalam pilkada. Baik antara wakil wali kota incumbent maupun Muhammad yang merupakan sekda Kota Tangsel punya magnet tersendiri bagi warga kota Tangsel.
"Ini akan seru kalau terjadi head to head. Kalau terjadi, maka pertarungannya akan ketat," sebut Direktur Indo Polling Network ini.
Untuk memenangkan pertarungan pilkada di kota Tangsel perlu ada pendekatan yang berbeda. Sebab, Kota Tangsel merupakan kota mandiri dengan latarbelakang sosial penduduk yang sangat beragam.
Oleh sebab itu, bisa saja para calon membuat program yang bersifat segmentit. Artinya program dibuat berdasarkan temuan survei.
Misalnya kalau penduduk di perumahan kira-kira apa yang mereka kehendaki, mungkin soal planologi, kebersihan atau sanitasi serta kemacetan lalu lintas.
Perhatian terhadap pengentasan pengangguran atau pembukaan terhadap lapangan pekerjaan, perbaikan jalan yang rusak serta biaya kesehatan yang terjangkau.
Baca Juga
Gerindra dan PDIP Berduet dalam Pertarungan Pilwalkot Tangsel
Jadi, dalam pembuatan program sebaiknya berbasiskan fakta empiris melalui penelitian yang bisa dipertanggungjawabkan.
"Hanya dengan demikian, para calon kepala daerah bisa membuat program yang bisa menjawab kebutuhan riil masyarakat," tutup Wempy. (Knu)