Mudik Lebaran Tahun 2017 Diklaim Paling Aman dan Lancar

Selasa, 04 Juli 2017 - Luhung Sapto

Pemerintah mengklaim mudik Lebaran tahun 2017 paling aman dan lancar dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya. Di samping itu, harga-harga kebutuhan pangan tidak mengalami fluktuasi luar biasa.

"Seingat saya, mudik yang paling lancar dan aman ya kemarin itu. Untuk pertama kali mudik yang kecelakaannya turun hampir 15 persen. Harga-harga terkendali, kemacetan tidak terlalu parah. Saya kira ini sangat baik," kata Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan di sela acara Halal bi halal Kemenko Kemaritiman di Balai Kartini, Jakarta, Selasa (4/7).

Mantan Menko Polhukam itu menyebutkan Polri, Kementerian Perhubungan, Kementerian Pekerjaan Umum, dan Perumahan Rakyat serta PT Pertamina telah berkoordinasi dengan baik sehingga arus mudik dan balik berjalan lancar.

Dalam kesempatan yang sama, Luhut juga menyampaikan baru Lebaran kali ini harga pangan tidak mengalami fluktuasi.

"Seingat saya baru Lebaran kemarin ini kita punya harga pangan tidak terjadi fluktuasi yang aneh-aneh," tuturnya.

Ia menyebutkan ada banyak pencapaian pemerintah saat ini, terutama di bidang ekonomi mulai dari pertumbuhan ekonomi hingga peringkat layak investasi oleh lembaga riset dunia. Luhut berharap capaian positif itu dapat terus dijaga dan ditingkatkan guna memperbaiki kesejahteraan rakyat.

Sementara itu Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menyampaikan rasa terima kasih atas kelancaran arus mudik dan balik dalam momentum Lebaran kali ini.

"Jadi intinya kami berterima kasih kepada semua pemangku kepentingan. Ini jadi pelajaran juga bagi kami pada masa yang akan datang karena memang beberapa hal menjadi masukan kami ke depan," ujarnya.

Ia juga mengaku masih ada beberapa hal yang menjadi pelajaran untuk kemudian diterapkan pada masa mendatang.

Polri mencatat jumlah korban meninggal dunia akibat kecelakaan lalu lintas selama arus mudik dan balik Lebaran yang ditangani melalui Operasi Ramadniya 2017 turun signifikan dibandingkan dengan periode yang sama pada 2016, yakni mencapai 42 persen.

Sumber: ANTARA

Bagikan

Baca Original Artikel
Bagikan