MerahPutih.Com - Mesir kembali menampilkan dirinya sebagai sekutu dekat Palestina ketimbang Amerika Serikat dalam menghadapi keputusan Donald Trum terkait status Yerusalem sebagai ibu kota Israel.
Salah satu bentuk dukungan kepada Palestina, saat ini Mesir tengah mempersiapkan resolusi PBB guna menekan Amerika Serikat untuk mencabut pengakuan atas Yerusalem. Ketua Parlemen Mesir Ali Abdel-Aal dalam sidang parlemen yang berlangsung di Kairo menyatakan Mesir telah membangun komunikasi dengan para pemimpin Liga Arab dan sejumlah pejabat asing untuk mengajukan resolusi tersebut.
Abdel-Aal menegaskan Yerusalem akan tetap menjadi kota Arab dan menyampaikan penolakan Mesir atas keputusan AS memindahkan kedutaan besar Amerika Serikat dari Tel Aviv ke Yerusalem.
Semua anggota Parlemen Mesir menghadiri sidang tersebut dengan mengenakan syal yang bertuliskan "Yerusalem adalah Arab".
Abdel-Aal mengambahkan wakil Mesir untuk Dewan Keamanan PBB telah menyerukan penyelenggaraan sidang darurat untuk membuat pemerintah AS mencabut keputusannya, demikian sebagaimana dilansir Antara, Senin (18/12).
Sebagaimana diberitakan sebelumnya pada 6 Desember, Presiden AS Donald Trump mengakui Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel dan memutuskan untuk memindahkan Kedutaan Besar AS dari Tel Aviv ke kota suci yang menjadi sengketa itu.
Pengumuman Trump tersebut langsung menyulut kutukan dan perlawanan dari negara-negara Arab dan Muslim.
Yerusalem berada dalam pusaran konflik Palestina-Israel. Rakyat Palestina berkeras mereka mesti mendirikan negara merdeka dengan Yerusalem Timur sebagai Ibu Kotanya dalam penyelesaian akhir.
Berdasarkan kesepakatan perdamaian terdahulu Palestina-Israel, posisi Yerusalem harus diputuskan melalui pembicaraan status-akhir antara Palestina dan Israel.(*)