Menteri PPN/Bappenas Sebut Program MBG Lebih Mendesak dari Lapangan Kerja
Jumat, 30 Januari 2026 -
MerahPutih.com - Pejabat di di pemerintahan Presiden RI, Prabowo Subianto, kembali melontarkan pernyataan kontroversial.
Kali ini, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas), Rachmat Pambudy, menekankan soal pentingnya program Makan Bergizi Gratis (MBG) di pemerintahan Prabowo.
"Saya mengatakan MBG lebih mendesak daripada lapangan kerja," ujarnya dalam acara Prasasti Economic Forum di The Ritz-Carlton Pacific Place, Jakarta, Kamis (29/1).
Selain itu, ia juga mengibaratkan MBG seperti kail.
“Ada yang bilang, tolong kasih kail, jangan ikan. Kalau dikasih kail, sudah keburu mati," sambung Rachmat.
Baca juga:
118 Orang Siswa SMA 2 Kudus Dilarikan ke 7 Rumah Sakit Diduga Keracunan MBG
Rachmat juga merujuk pada fenomena kelaparan yang masih terjadi di pelosok Tanah Air. Oleh karena itu, salah satu fokus pemerintah saat ini adalah membangun infrastruktur sosial, salah satunya melalui MBG.
"Ketika saya medampingi Presiden meresmikan sekolah rakyat, anak-anak kita SMP, SMA tidak bisa baca tulis. Dan itu banyak sekali," tuturnya.
Ia juga menegaskan, MBG merupakan program prioritas yang harus dieksekusi dengan baik.
Selain membangun infrastruktur fisik, Rachmat mengingatkan bahwa pembangunan infrastruktur sosial juga penting dilaksanakan.
Baca juga:
KPAI Usul Penyaluran Program MBG Ramah Anak tidak Libatkan Aparat Keamanan
"Makan bergizi adalah bagian daripada pembangunan yang harus diselesaikan," tutupnya
Sebelumnya, Presiden RI, Prabowo Subianto mencatat, sudah ada 58 juta penerima manfaat MBG selama setahun lebih program tersebut berjalan.
Ia pun menargetkan hingga akhir 2026, penerima manfaat MBG akan bertambah hingga total 82 juta. (knu)