Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Indonesia

Menteri Angkatan Laut Amerika Serikat John Phelan Mengundurkan Diri di Tengah Dinamika Internal Departemen Perang

Angga Yudha Pratama - Kamis, 23 April 2026

Merahputih.com - Menteri Angkatan Laut Amerika Serikat John Phelan mengundurkan diri secara mendadak dari jabatannya di tengah dinamika internal Departemen Perang yang memanas.

Pengunduran diri ini memicu spekulasi mengenai stabilitas kepemimpinan militer di bawah administrasi Presiden Donald Trump, terutama terkait kelanjutan program reformasi Golden Fleet.

Departemen Perang mengonfirmasi kabar tersebut melalui pernyataan resmi pada Rabu waktu setempat. Pengunduran diri ini berlaku seketika, meninggalkan kekosongan pada posisi puncak komando sipil angkatan laut.

Sebagai langkah cepat, pemerintah menunjuk Wakil Menteri Hung Cao untuk menjabat sebagai pelaksana tugas (Plt) Kepala Angkatan Laut.

Baca juga:

Menkeu Purbaya 'Todong' Pengusaha Amerika Saat Kumpul di Washington, Obral Peluang Investasi Demi Ekonomi Indonesia Meroket

“Sekretaris Angkatan Laut John C. Phelan meninggalkan pemerintahan, berlaku segera,” tulis Departemen Perang dalam pernyataan resminya.

Konflik Internal dengan Menteri Perang

Laporan portal berita Axios menyebutkan bahwa keputusan Phelan mengejutkan banyak pihak di Pentagon. Meskipun Phelan memiliki hubungan personal yang baik dengan Presiden Donald Trump, ketegangan justru terjadi antara dirinya dengan Menteri Perang Pete Hegseth.

Sumber internal mengungkapkan bahwa Phelan sering kali tidak sejalan dengan garis komando yang ditetapkan oleh atasannya tersebut.

“Phelan tidak memahami bahwa ia bukanlah pemimpin tertinggi. Tugasnya adalah mengikuti perintah yang diberikan, bukan perintah yang menurutnya seharusnya diberikan,” ungkap seorang sumber yang dikutip oleh Axios.

Masa Depan Program Golden Fleet

Ironisnya, Phelan masih menunjukkan aktivitas normal sehari sebelum pengumuman pengunduran dirinya. Pada Selasa (21/4), Phelan bertemu dengan sejumlah jurnalis untuk mendiskusikan masa depan armada dan investasi besar militer.

Baca juga:

Menkeu Purbaya 'Todong' Pengusaha Amerika Saat Kumpul di Washington, Obral Peluang Investasi Demi Ekonomi Indonesia Meroket

Dalam pertemuan tersebut, sebagaimana dikutip Antara, Phelan menekankan pentingnya inisiatif Golden Fleet, sebuah program reformasi ambisius yang menjadi prioritas utama Trump untuk memperkuat supremasi laut Amerika Serikat.

Kini, tugas berat berada di pundak Hung Cao untuk memastikan transisi kepemimpinan tidak mengganggu proyek strategis yang sedang berjalan. Publik menunggu apakah perubahan nakhoda ini akan mengubah arah kebijakan maritim Amerika Serikat di masa depan.

Baca Artikel Asli