KITA telah menempuh perjalanan jauh dalam memandang dan berbicara tentang kesehatan mental. Hal itu tidak mengejutkan, melansir laman Healthline menyatakan 1 dari 5 orang dewasa di Amerika Serikat hidup dengan kondisi kesehatan mental.
Tapi masih ada stigma seputar kesehatan mental. Faktanya, ini adalah stigma yang mempengaruhi jutaan orang di seluruh dunia yang hidup dengan kondisi kesehatan mental. Ini memengaruhi mulai dari hubungan sosial dan peluang profesional mereka hingga cara mereka memandang diri mereka sendiri.
Kami akan mengeksplorasi lebih banyak tentang apa itu stigma kesehatan mental, dan bagaimana kita semua dapat bekerja untuk mengatasi hal ini dan meningkatkan kehidupan orang-orang yang hidup dengan kondisi kesehatan mental.
Baca Juga:
Apa itu stigma gangguan jiwa?
Menurut American Psychological Association (APA) , stigma terjadi ketika orang dipandang negatif karena memiliki karakteristik tertentu, baik itu mental, fisik, atau lainnya.
“Stigma kesehatan mental” atau “stigma penyakit mental” mengacu pada stigma yang melekat pada kondisi kesehatan mental dan diskriminasi yang dapat terjadi pada orang yang hidup bersamanya.
Mengapa distigmatisasi?
Kesehatan mental sering distigmatisasi karena kurangnya pemahaman tentang apa itu kondisi kesehatan mental dan bagaimana rasanya hidup dengan kondisi kesehatan mental. Stigma juga bisa muncul dari pemikiran pribadi atau keyakinan agama tentang orang yang memiliki kondisi kesehatan mental.
Umumnya, kurangnya pemahaman tentang kesehatan mental, serta asumsi berbahaya tentang orang yang hidup dengan kondisi kesehatan mental, inilah inti dari bias atau stigma. Hal ini dapat mengakibatkan penghindaran, penolakan, infantilisasi, dan diskriminasi lainnya terhadap orang-orang yang memiliki kelainan saraf atau memiliki kondisi kesehatan mental.
Terdapat tiga jenis stigma, yaitu : stigma publik, stigma diri, dan stigma institusional.
1. Stigma publik
Stigma ini mengacu pada sikap negatif seputar kesehatan mental dari orang-orang di masyarakat.
2. Stigma diri
Ini menggambarkan stigma internal yang dirasakan orang dengan kondisi kesehatan mental tentang diri mereka sendiri.
3. Stigma institusional
Merupakan jenis stigma sistemik yang muncul dari korporasi, pemerintah, dan institusi lainnya.
Baca Juga:
Meskipun ada tiga kategori stigma kesehatan mental di masyarakat, namun berikut adalah beberapa contoh umum yang mungkin bisa kamu perhatikan, yaitu :
- Ketika orang dipandang sebagai pencari perhatian atau lemah ketika mereka mencoba untuk menjangkau dan mendapatkan bantuan profesional.
- Ketika orang lain menggunakan bahasa yang berbahaya, seperti “gila” untuk menilai atau meremehkan orang yang memiliki kondisi kesehatan mental.
- Ketika orang membuat lelucon tentang kesehatan mental atau kondisi tertentu.
- Ketika orang menghindari orang lain dengan kondisi kesehatan mental tertentu, seperti skizofrenia, karena takut atau salah paham.
- Ketika keluarga atau teman memberi tahu seseorang tentang kondisi depresi.
- Ketika seseorang yang hidup dengan kondisi kesehatan mental memandang dirinya tidak berharga atau merendahkan dirinya sendiri karena kondisinya.
- Ketika perusahaan menolak untuk mempekerjakan seseorang atau memberi mereka akomodasi yang memadai karena kesehatan mental mereka.
- Ketika orang melihat contoh neurodivergensi sebagai penyakit atau sesuatu yang harus disembuhkan.
Menurut hasil penelitian terbaru, kondisi kesehatan mental lebih cenderung distigmatisasi dan diremehkan daripada kondisi kesehatan fisik. Dan hasilnya bervariasi berdasarkan kondisi dan hasilnya skizofrenia menjadi yang paling distigmatisasi, dan gangguan obsesif-kompulsif (OCD) menjadi yang paling diremehkan.
Dampak dari stigma dan diskriminasi
Stigma kesehatan mental dapat memiliki dampak yang sangat negatif pada kehidupan orang yang hidup dengan kondisi kesehatan mental. Bahkan, stigma seringkali dapat menyebabkan konsekuensi mental, sosial, atau bahkan profesional bagi orang-orang yang distigmatisasi.
Stigma diri bahkan dapat menghambat kemampuan seseorang untuk pulih dari kondisi kesehatan mental. Dalam satu lebih kecil belajar dari tahun 2018 peneliti menemukan bahwa tingkat stigma diri yang lebih tinggi dikaitkan dengan penurunan pemulihan dari kondisi kesehatan mental.
Selain itu, stigma kesehatan mental sosial dapat menyebabkan isolasi dari teman atau keluarga. Orang dengan kondisi kesehatan mental mungkin mengalami intimidasi atau pelecehan dari orang lain atau bahkan mungkin kekerasan fisik. Ketika orang lain memiliki pandangan yang menghakimi tentang kesehatan mental, akan sulit bagi orang yang hidup dengan kondisi ini untuk membangun hubungan dengan mereka.
Pada stigma di dunia profesional dapat menyebabkan lebih sedikit peluang untuk berprestasi di sekolah dan lebih sedikit peluang untuk maju di tempat kerja. Orang yang hidup dengan kondisi kesehatan mental mungkin mengalami kesulitan memenuhi kewajiban sekolah atau pekerjaan, terutama jika mereka memiliki masalah dengan teman sekelas, guru, rekan kerja, atau bos.
Ikuti hal berikut ini sebagai langkah kamu mengatasi dan mengurangi stigma kesehatan mental, yaitu :
- Pelajari tentang kesehatan mental.
- Gunakan kata-kata dengan hati-hati.
- Ikut serta dalam kampanye.
- Bagikan kisah untuk mendidik orang tentang bagaimana rasanya hidup dengan kondisi kesehatan mental atau orang yang hidup dengan kondisi tersebut, ini dapat membantu mengurangi kesalahpahaman dan penilaian yang dirasakan orang. (DGS)
Baca Juga: