Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Indonesia

Mendag Minta Warga Tidak Khawatir Pelemahan Rupiah

Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 25 April 2024

MerahPutih.com - Rupiah telah terdepresiasi sekitar 2,98 persen month-to-month (mtm) atau 5,5 persen year-to-date (ytd) terhadap dolar AS dan tercatat sebagai salah satu mata uang dengan performa terburuk dibandingkan negara sejawat (peer country) dan hanya lebih baik dari Lira Brazil dalam satu bulan terakhir.

Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan mengimbau masyarakat untuk tidak perlu mengkhawatirkan dampak dari gejolak nilai rupiah terhadap dolar, sebab Indonesia memiliki cadangan devisa yang kuat.

"Gubernur BI sudah menyampaikan, ya, tidak perlu khawatir. Cadangan devisa kan kuat, jadi tidak perlu terlalu khawatir. Percayakan kepada yang punya otoritas untuk mengatasi perubahan kenaikan nilai tukar itu," ujar Zulkifli Hasan di Kantor Kementerian Perdagangan, Jakarta, Kamis (25/4).

Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo dalam Pengumuman Hasil Rapat Dewan Gubernur BI Bulan April 2024, posisi cadangan devisa Indonesia akhir Maret 2024 tetap tinggi, yakni sebesar USD 140,4 miliar.

Baca juga:

Rupiah Terdepresiasi, Suku Bunga Bank Indonesia Diminta Bertahan di 6 Persen

Nilai tersebut setara dengan pembiayaan 6,4 bulan impor atau 6,2 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah, serta berada di atas standar kecukupan internasional sekitar tiga bulan impor.

Secara keseluruhan, Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) 2024 diproyeksikan terjaga dengan transaksi berjalan dalam kisaran defisit rendah sebesar 0,1 persen sampai dengan 0,9 persen dari produk domestik bruto (PDB).

Neraca transaksi modal dan finansial diproyeksikan mencatat surplus sejalan dengan prakiraan kembali meningkatnya aliran masuk modal asing, seiring meredanya ketidakpastian pasar keuangan global serta terjaganya persepsi positif investor terhadap prospek perekonomian nasional dan imbal hasil investasi yang menarik. (*)

Baca Artikel Asli