Mempertimbangkan Bekerja dari Rumah, Baikkah?

Kamis, 26 Oktober 2017 - P Suryo R

BISA jadi bekerja dari rumah menunjukan grafik tren yang naik. Dalam jurnal New Technology, Work and Employment, tingkat pekerja tradisional di Inggris tahun 2001 75% menurun di tahun 2012 sebanyak 66%. Sedangkan di Amerika di tahun 2015 orang yang bekerja di rumah mencapai 24%

Menurut laman TIME Health, pekerja yang bekerja di rumah lebih merasa senang dengan pekerjaannya. Bahkan mereka bekerja lebih keras ketimbang rekan-rekannya yang ada di kantor. Sebab mereka lebih merasa harus menunjukan kinerja yang lebih baik.

Penelitian dari Cardiff University menyebutkan pekerja yang bekerja dari rumah biasanya menunjukkan kinerja yang lebih baik. Namun di sisi lain, pekerja-pekerja itu memiliki jam kerja yang lebih panjang dan sulit memisahkan antara pekerjaan dengan urusan rumah.

Para pekerja di rumah ini tak keberatan bekerja melebihi jam kerja umumnya. Bahkan mereka mau bekerja lebih keras ketimbang rekan-rekannya di kantor. Meskipun demikian para pekerja itu lebih menikmati tugas-tugas yang diberikan.

Dalam laman RealSimple, Alan Felsted, profesor bidang ilmu sosial mengatakan bahwa perubahan yang terjadi dalam keseharian pekerja rumahan itu adalah rumahnya sendiri. Namun Felsted mengkritisi budaya bekerja dari rumah ini memerlukan penelitian yang lebih mendalam lagi.

Sebab belum ada catatan yang menyenangkan dari pihak perusahaan tentang bekerja dari rumah ini. Salah satunya di tahun 2013, Yahoo menghapuskan bekerja dari rumah. Alasannya adalah kecepatan dan kualitas yang menjadi korbannya. (psr)

Bagikan

Baca Original Artikel
Bagikan