Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Indonesia

MBG Jangkau 58 Juta Orang, Ribuan Dapur Malah sudah Tutup

Dwi Astarini - Rabu, 04 November 2026

MERAHPUTIH.COM – PROGRAM Makan Bergizi Gratis (MBG) telah menjangkau lebih dari 58 juta penerima manfaat sejak diluncurkan pada Januari 2025. Namun, di tengah perluasan program tersebut, muncul persoalan terkait dengan keberadaan dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang tidak lagi digunakan.

Badan Gizi Nasional (BGN) mencatat sebanyak 26.723 dapur telah terverifikasi dari total target 27.485 dapur SPPG. Data tersebut disampaikan Juru Bicara BGN Tysa Novenny. Ia mengatakan pelaksanaan MBG saat ini didukung puluhan ribu dapur yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia. Dapur-dapur tersebut menjadi bagian dari sistem penyediaan makanan bagi anak sekolah, ibu hamil, ibu menyusui, dan balita.


“Makan Bergizi Gratis dimulai pada Januari 2025 dengan 190 dapur yang melayani 570.000 penerima manfaat. Kini, lebih dari 58 juta anak sekolah, ibu hamil, ibu menyusui, dan balita menerima Makan Bergizi Gratis,” ujar Tysa dalam keterangannya di Jakarta, dikutip Rabu (4/11).


Operasional dapur MBG melibatkan tenaga kerja dan pemasok lokal. BGN mencatat program tersebut menyerap 1,03 juta tenaga kerja aktif serta melibatkan 80.315 pemasok lokal. Sebanyak 82,83 persen pemasok merupakan pelaku UMKM.

Dari sisi anggaran, realisasi MBG pada 2026 tercatat mencapai Rp 165 triliun. BGN juga menyampaikan adanya pengembalian dana sebesar Rp 44 triliun ke kas negara yang diklaim berasal dari efisiensi dan tata kelola anggaran.


Besarnya anggaran dan luasnya jangkauan program membuat keberlangsungan operasional dapur menjadi salah satu aspek penting dalam pelaksanaan MBG. Penggunaan fasilitas yang tidak lagi aktif perlu mendapat perhatian agar pengelolaan program tetap efektif.

BGN juga mengingatkan sekolah dan orang tua untuk mengutamakan keamanan pangan. Apabila anak mengalami gejala medis setelah mengonsumsi makanan MBG, keluarga diminta segera membawa anak ke puskesmas terdekat dan melaporkan kejadian tersebut kepada pihak sekolah.

Dengan jangkauan penerima manfaat yang telah mencapai puluhan juta orang, keberlanjutan operasional dapur, pengawasan mutu makanan, serta penggunaan anggaran menjadi bagian penting dalam evaluasi pelaksanaan program MBG.(knu)

Baca juga:

Lebih dari 2.000 Dapur MBG Ditutup Permanen, BGN Ungkap Penyebabnya








Baca Artikel Asli