MerahPutih.com - Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Muhammad Cholil Nafis, mengajak umat Islam menjaga kebersamaan dan nilai-nilai yang telah dibangun selama Ramadan untuk diteruskan dalam kehidupan sehari-hari setelah bulan suci berakhir.
Ia menekankan pentingnya menerapkan pola hidup efisien sebagai hasil pembelajaran selama Ramadan. Menurutnya, umat dilatih untuk menahan diri dari konsumsi berlebihan, bahkan terhadap hal-hal yang baik.
“Pertama, kehidupan yang efisien, bagaimana kita ini melatih diri, bagaimana kita tidak berlebihan mengkonsumsi. Yang halal pun kita tidak makan, apalagi yang haram,” katanya di Jakarta, Jumat (20/3).
Selain itu, ia mengingatkan kewajiban zakat sebagai instrumen penting dalam memperkuat solidaritas sosial.
Baca juga:
Ribuan Umat Muslim Muhammadiyah Shalat Idul Fitri 1 Syawal 1447 H di Lapangan Sepak Bola Rempoa
Pada akhir Ramadan, umat Islam diwajibkan menunaikan zakat fitrah, sementara bagi yang memiliki kemampuan harta yang telah mencukupi juga berkewajiban menunaikan zakat Mal (penghasilan).
“Mari kita lanjutkan di 11 bulan berikutnya. Pada bulan akhir Ramadan ini ada kewajiban zakat fitrah bagi kita, bagi tubuh kita dan juga yang punya harta satu tahun juga berzakat,” ujarnya.
Ia juga mengajak umat untuk membiasakan berbagi sebagai wujud keimanan.
“Maka biasakan kita berbagi di antara kita, karena bagi kita yang mu’min, orang bersedekah itu bukti kalau kita beriman,” ucapnya.
Menurut dia, konsistensi dalam menjaga kebiasaan baik setelah Ramadan menjadi indikator diterimanya ibadah selama bulan suci.
“Menjaga kebiasaan kita di bulan Ramadan, diteruskan pada 11 bulan berikutnya, menunjukkan bahwa Ramadan kita ini diterima oleh Allah SWT,” katanya. (Knu)