MerahPutih.com - Pidato Presiden Joko Widodo (Jokowi) tentang serial Game of Thrones saat pembukaan IMF World Bank Annual Meetings, di Bali, Jumat (12/10) lalu ternyata punya makna bersayap. Tak hanya mengingatkan pemimpin global, tetapi pesan moral pidato itu juga menyasar kalangan elit pemimpin di Tanah Air terkait pelaksanaan Pilpres 2019.
“Pesan moral utama yang ingin saya sampaikan saat itu adalah bahwa konfrontasi dan perselisihan akan mengakibatkan penderitaan, bukan hanya bagi yang kalah namun juga bagi yang menang,” kata Jokowi, saat pidato Sidang Terbuka Senat Universitas Kristen Indonesia (UKI) dalam rangka Lustrum XIII di Kampus UKI, Cawang, Jakarta, Senin (15/10).
Menurut Jokowi, pesan moral itu tidak hanya relevan disampaikan kepada para pemimpin dunia saat ini, tetapi juga tepat kita sampaikan kepada masyarakat, kepada pemimpin-pemimpin kita di dalam negeri, terutama kepada elit-elit yang sedang memperjuangkan kepentingannya.
Saat ini, lanjut Presiden, kita memasuki tahun politik, semuanya sudah tahu. Dan masyarakat kita akan ikut terlibat dalam proses demokrasi, dalam proses kontestasi politik.
Diakui Kepala Negara, kontestasi akan diikuti dengan kompetisi dan rivalitas. Tetapi Kepala Negara mengingatkan, bahwa kompetisi dan rivalitas tersebut harus dibangun di atas pondasi yang tidak saling menjatuhkan.
“Kontestasi tidak boleh menimbulkan kegaduhan dan permusuhan, kebencian, kedengkian, tidak saling mencela, tidak harus saling memfitnah,” tegas Kepala Negara, dilansir dari laman setkab.go.id.
Kontestasi politik, lanjut Jokowi, tidak boleh menimbulkan kerusakan, juga tidak boleh mengorbankan pondasi kebangsaan berupa stabilitas dan keamanan, toleransi dan persatuan. Sebaliknya, kata Presiden, rakyat harus merayakan pesta demokrasi ini dengan kegembiraan.
“Ini sering saya sampaikan, yang diwarnai oleh narasi-narasi yang sejuk dan untuk kemajuan, gagasan-gagasan, program-program untuk Indonesia Maju, yang merayakan perbedaan pilihan dengan penuh kedewasaan, dengan penuh kematangan, yang akan memperkokoh Bhinneka Tunggal Ika. Inilah yang sebetulnya ingin kita raih dalam kontestasi politik kita ini,” tandas Jokowi. (*)