MerahPutih.com - Pemerintah menyampaikan sikap terkait teror yang dilakukan Mujahidin Indonesia Timur (MIT) di Sigi, Sulawesi Tengah.
Menkopolhukam Mahfud MD mengutuk keras tindakan teror dan kekerasan yang dilakukan oleh kelompok teroris MIT dalam hal ini kelompok Ali Kalora.
"Itu bukan gerakan keagamaan tapi gerakan kejahatan," tegasnya kepada awak media, Senin (30/11).
Baca Juga:
Mahfud menegaskan bahwa peristiwa keji di Sigi ini bukan berdasar agama.
"Peristiwa ini bukan perang suku apalagi perang agama," jelas dia.
Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi ini curiga ada upaya pihak-pihak tertentu untuk meneror. Tujuannya yakni menciptakan suasana yang tidak kondusif hingga kekacauan.
"Sehingga bisa mengoyak persatuan dan memecah belah bangsa," sambung Mahfud.
Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto akan mengirim pasukan khusus ke Poso, Sulawesi Tengah.
Pengiriman pasukan tersebut bertujuan membantu Satgas Tinombala dalam memberantas kelompok Mujahidin Indonesia Timur (MIT).
Panglima TNI Hadi Tjahjanto menuturkan, pasukan akan berangkat melalui Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur Selasa (2/11) pagi.
"Dalam hal ini TNI akan mendukung Polri," ucapnya.
TNI berjanji akan berusaha sekuat tenaga meringkus komplotan MIT untuk menghentikan keresahan masyarakat.
Baca Juga:
Muhammadiyah Nilai Aksi Teror di Sigi Bukan Konflik Antar Umat Beragama
Dia pun meminta doa kepada masyarakat agar tugas yang dijalankan oleh TNI dapat berjalan lancar. Sehingga, apa yang diharapkan oleh seluruh masyarakat Indonesia bisa dicapai.
"Yaitu mengejar MIT sampai dapat," ujarnya.
Sebelumnya, satu keluarga yang terdiri dari empat orang di Dusun Lepanu, Desa Lemban Tongoa, Kecamatan Palolo, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, diduga dibunuh oleh kelompok Mujahiddin Indonesia Timur pada Jumat pagi (27/11) sekitar pukul 09.00 WITA.
Keempat korban yang dibunuh kelompok Mujahidin Indonesia Timur yaitu Yasa alias Yata sebagai kepala rumah tangga, Pinu, Nata alias Papa Jana alias Naka serta Pedi. (Knu)
Baca Juga: