MerahPutih.com - Tur Loop Ed Sheeran di Amerika Serikat memasuki babak baru setelah Macklemore tidak lagi menjadi salah satu penampil pendamping dalam sisa rangkaian konser tersebut.
Rapper asal Amerika Serikat itu dicoret dari jadwal tur setelah sejumlah pemilik venue disebut keberatan dengan pernyataan politik yang disampaikannya dari atas panggung, terutama terkait dukungannya terhadap Palestina.
Mengutip Reuters, persoalan tersebut bermula dari penampilan Macklemore di MetLife Stadium, New Jersey, pada 4 dan 5 September 2026.
Dalam pertunjukannya, Macklemore menyuarakan dukungan untuk Palestina dan menyerukan “Free Palestine”. Ia juga membawakan Hind’s Hall, lagu protes yang dirilisnya pada 2024.
Sikap tersebut kemudian memicu kontroversi dan tekanan agar Macklemore dikeluarkan dari tur Ed Sheeran.
Macklemore Sudah Bicara dengan Ed Sheeran
Macklemore mengungkapkan bahwa dirinya telah melalui sejumlah percakapan sulit dengan Ed Sheeran terkait persoalan tersebut.
Dalam pernyataannya, Macklemore menyebut Sheeran sebagai sahabat yang telah dikenalnya selama 13 tahun. Menurut dia, perbedaan pandangan mengenai sikap politik dan dampak pernyataannya di atas panggung menjadi salah satu bagian dari pembicaraan mereka.
Tekanan tidak hanya datang dari publik. Messina Touring Group selaku promotor tur mengonfirmasi bahwa sejumlah venue dalam jadwal berikutnya tidak bersedia menggelar konser apabila Macklemore masih berada dalam daftar penampil.
Promotor mengatakan kondisi tersebut bahkan berpotensi membuat sejumlah konser dibatalkan dan berdampak kepada ratusan ribu penggemar.
Baca juga:
Sejumlah Venue Keberatan
Beberapa venue yang dilaporkan keberatan antara lain Gillette Stadium di Foxborough, Massachusetts; Lincoln Financial Field di Philadelphia; Mercedes-Benz Stadium di Atlanta; Lucas Oil Stadium di Indianapolis; Bank of America Stadium di Charlotte; AT&T Stadium di Arlington; serta Raymond James Stadium di Tampa.
Akibat persoalan tersebut, Macklemore akhirnya tidak akan tampil dalam sisa jadwal penampil pendamping di tur Amerika Serikat tersebut.
Salah satu nama yang ikut muncul dalam persoalan ini adalah Robert Kraft, pemilik Gillette Stadium.
Kraft membenarkan bahwa venue miliknya tidak mengizinkan Macklemore tampil dalam konser Ed Sheeran pada 25 dan 26 September.
Ia menyebut keputusan tersebut berkaitan dengan penampilan Macklemore serta apa yang ia gambarkan sebagai riwayat retorika dan citra antisemit yang dinilai menyakiti komunitas Yahudi.
Namun, Kraft juga menegaskan bahwa keputusan tersebut bukan dimaksudkan untuk mengabaikan penderitaan warga Palestina.
Macklemore Pertahankan Sikap
Di sisi lain, Macklemore tetap mempertahankan sikapnya terkait dukungannya terhadap Palestina.
Ia mengatakan dukungan tersebut bukan sesuatu yang baru dan telah ia sampaikan dari atas panggung selama hampir tiga tahun.
Menurut Macklemore, persoalan tersebut menjadi jauh lebih besar ketika ia berada dalam satu panggung dengan Ed Sheeran, salah satu musisi terbesar di dunia. Kondisi itu membuat pesan yang disampaikannya memiliki jangkauan yang lebih luas.
Macklemore juga mengaku memahami posisi sulit yang dihadapi Sheeran. Namun, ia kecewa karena menurutnya sikap netral dalam situasi seperti ini tidak selalu berarti berada di tengah.
Ia menilai keputusan untuk menghapus dirinya dari tur justru memperlihatkan bagaimana panggung musik dapat berubah menjadi ruang pertarungan gagasan ketika seorang musisi membawa isu kemanusiaan ke hadapan publik.
Meski hubungan profesional mereka kini terdampak oleh persoalan tersebut, Macklemore mengatakan perbedaan pandangan itu tidak serta-merta menghapus persahabatannya dengan Sheeran.
Baca juga:
Konsisten Suarakan Palestina, Macklemore Rilis 'Hind's Hall 2' bersama Kolaborator
Sementara itu, hingga laporan terbaru, Sheeran dan timnya belum memberikan pernyataan publik secara langsung mengenai keputusan tersebut.
Kasus ini menempatkan tur Loop bukan hanya sebagai rangkaian konser musik, tetapi juga sebagai ruang perdebatan mengenai batas antara kebebasan berekspresi, kepentingan penyelenggara, pemilik venue, dan sikap politik seorang musisi.
Di tengah perdebatan tersebut, Macklemore memilih tetap membawa pesan yang diyakininya, meski konsekuensinya adalah kehilangan panggung dalam salah satu tur terbesar yang tengah berlangsung di Amerika Serikat. (Far)