Merahputih.com - Manager Unit Pelaksana Proyek Tingkat Provinsi Kalimantan Timur (PPIU-Kaltim) Program Mangroves for Coastal Resilience (M4CR) Kementerian Kehutanan, Asman Azis, memaparkan perkembangan pelaksanaan program rehabilitasi mangrove dalam kegiatan Media Gathering M4CR Mangrofest 2026 di Desa Sepatin, Kecamatan Anggana, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, Jumat (31/7/2026).
Dalam kunjungan tersebut, peserta diajak meninjau tiga Kelompok Tani Hutan (KTH) yang menjadi lokasi pelaksanaan rehabilitasi mangrove dengan penerapan sistem silvofishery, yakni pengelolaan tambak yang dipadukan dengan penanaman mangrove.
KTH Gemilang Sejahtera Abadi menjadi kelompok dengan capaian terbaik. Kelompok ini mengelola area rehabilitasi seluas 80 hektare, terdiri atas 49 hektare pada 2025 dan 31 hektare pada 2026, dengan tingkat keberhasilan tumbuh tanaman mencapai 80 persen pada penanaman tahun 2025.
Sementara itu, KTH Mangrove Borneo mengelola kawasan seluas 55 hektare pada 2025 dan 199 hektare pada 2026 yang masih dalam tahap pelaksanaan. Pada penanaman tahun 2025, kelompok ini mencatat tingkat keberhasilan tumbuh tanaman sebesar 69 persen.
Adapun KTH Peduli Hutan Mangrove mengelola area seluas 31 hektare pada 2025 dan 29 hektare pada 2026 yang juga masih berjalan. Kelompok ini berhasil mencatat tingkat keberhasilan tumbuh tanaman mencapai 61 persen pada penanaman tahun 2025.
Menurut Asman Azis, capaian tersebut menunjukkan komitmen masyarakat dalam menjaga keberhasilan rehabilitasi mangrove sekaligus membuktikan bahwa penerapan pola silvofishery dapat mendukung upaya pemulihan ekosistem pesisir tanpa mengurangi produktivitas tambak masyarakat. (Foto: MP/Didik Setiawan).