Merahputih.com - Suasana kapal tongkang pengangkut batu bara melintas di Sungai Mahakam, Samarinda, Kalimantan Timur, Jum'at (31/7/2026).
Sungai Mahakam menjadi jalur air utama sekaligus urat nadi distribusi batu bara di Kalimantan Timur. Setiap hari, sekitar 200 kapal tongkang yang ditarik kapal tunda melintasi sungai ini untuk mengangkut batu bara dari kawasan tambang di pedalaman, seperti Kutai Kartanegara, menuju pelabuhan sebelum diekspor maupun dipasarkan ke dalam negeri.
Tingginya aktivitas pelayaran menjadikan Sungai Mahakam sebagai salah satu jalur logistik tersibuk di Indonesia. Perannya sangat penting dalam menopang industri pertambangan dan perekonomian Kalimantan Timur.
Di balik perannya yang strategis, padatnya lalu lintas tongkang juga memunculkan berbagai persoalan, mulai dari kemacetan alur pelayaran, risiko kecelakaan kapal, hingga dampak terhadap lingkungan. Aktivitas tambang ilegal dan lalu lintas kapal turut mengancam ekosistem sungai, termasuk habitat pesut Mahakam. Pemerintah melalui Kementerian ESDM bersama aparat penegak hukum terus meningkatkan pengawasan dan penertiban aktivitas pertambangan ilegal di sekitar aliran Sungai Mahakam guna menjaga kelancaran distribusi logistik sekaligus melindungi lingkungan. (Foto: MP/Didik Setiawan).

