MerahPutih.com - Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) menyebut banyak pensiunan TNI dan Kementerian Perhubungan yang ditawari maskapai Lion Air untuk menduduki jabatan penting di sana.
"Jadi memang banyak pensiunan TNI maupun Kemenhub banyak yang ditawari masuk ke situ (Lion Air)," kata Ketua Pengurus Harian YLKI Tulus Abadi, saat diskusi publik di Warung Daun, Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (3/11).
Menurut Tulus, posisi penting maskapai Lion Air yang diisi pensiunan TNI dan Kemenhub memiliki dampak buruk karena tak ada pengawasan dari internal Lion Air.
"Kalaupun mau masuk, silakan tapi paling tidak dua atau tiga tahun pensiun. Kenapa? Biar netral dulu. Karena kalau senior-seniorya masuk duduk di situ mana bisa juniornya mengawasi. Mana berani dia mengawasi seniornya? Pasti timbul konflik of interest dan akhirnya pengawasan mandul," papar dia.
Tulus menuturkan, fenomena kurang baik di maskapai Lion Air ini harus dibongkar agar pemerintah lebih serius menjamin peristiwa kecelakaan di dunia transportasi udara tak terulang kembali.
"Dominasi Lion sudah sangat menggurita, sehingga ini menjadikan yang tidak kompetitif, persaingan yang tidak sehat untuk industri penerbangan karena konsumen tidak ada pilihan lain," tandas dia. (Asp)